SUMEDANG, ruber — Jelang puasa, gas elpiji 3 kg mulai langka di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang.

Kondisi ini membuat warga di Sumedang, khususnya di wilayah Sumedang kota mulai cemas.

Warga Jalan Kebon Kol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan H Adi, 40, mengatakan, gas elpiji 3 kg sudah mulai langka sejak sepekan lalu.

"Sudah seminggu ini gas 3 kg di wilayah Sumedang kota langka. Kalau pun ada harganya Rp25.000-Rp27.000. Padahal biasanya paling mahal hanya Rp20.000," ujarnya kepada ruber, Jumat (4/5/2018).

Adi mengaku khawatir kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini terus terjadi. Padahal tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadan.

"Saya khawatir nanti pas munggahan dan memasuki bulan puasa gas 3 kg masih langka. Padahal kebutuhan masyarakat akan gas justru meningkat saat ini. Apalagi nanti pas munggahan dan saat bulan puasa," tuturnya.

Untuk itu, Adi berharap kelangkaan si melon saat ini dapat disikapi serius pemerintah daerah.

"Tolonglah ke pemerintah Sumedang ini jangan sampai gas si melon ini terus dibiarkan langka," sebutnya.

Senada, warga di wilayah perbatasan Kecamatan Cimanggung-Kecamatan Tanjungsari juga merasakan hal yang sama. Selain langka, harganya pun jauh di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp16.500/tabung.

"Biasanya paling mahal di sini hanya Rp20.000/tabung tapi sekarang harganya Rp23.000/tabung bahkan tadi saya beli naik lagi jadi Rp25.000/tabung," ujar Husna, 36, warga Kecamatan Tanjungsari.

Husna berharap pemerintah turun langsung untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji 3 kg di lapangan. aminullah