SUMEDANG, ruberID — Berbeda dengan kabupaten/kota lain yang diserang wabah difteri, Kabupaten Sumedang hingga saat ini masih dinyatakan bebas difteri.

Karena alasan ini pula, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang masih belum akan melakukan ORI (Out break Response Imunisasi).

BACA JUGA: KLB Difteri, Pemkab Garut Segera Lakukan-Langkah Ini



Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)  Dinkes Sumedang dr Reni K Anton mengatakan, belakangan ini memang pihaknya dihebohkan dengan adanya kabar tentang suspect difteri di Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Sumedang Utara.

Diketahui, dua pasien diduga suspect tersebut sempat masuk ke RSUD Sumedang dan mendapatkan perawatan. Namun ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan Laboratorium ternyata hasilnya negatif.

"Walupun hasilnya negatif, tetapi kita juga dituntut untuk tetap waspada sebab saat ini, Sumedang telah dikepung oleh kabupaten tetangga yang warganya memang telah terkena kasus difteri," ujarnya.

Dua kasus diduga difteri tersebut, kata Reny, sebenarnya mereka tidak tinggal di Sumedang. Kasus di Cimanggung, awalnya tinggal di Cicalengka dan setelah sakit pasien dibawa ke Cimanggung. Begitu pula kasus yang terjadi di Sumedang Utara, pasien awalnya tinggal di Malang, Jawa Timur.

"Dan umumnya mereka yang diduga difteri tersebut sebelumnya memang tidak mendapatkan imunisasi saat balita," tuturnya.

Untuk mencegah difteri, kata Reny, selain dengan imunisasi juga bisa dilakukan dengan pola hidup sehat dan bersih. Tak heran bila sekarang pihak Dinkes Sumedang juga terus melakukan sosialisi tentang hidup sehat dan bersih pada masyarakat.

Kemudian, kata Reny, pencegahan juga dilakukan melalui kader-kader posyandu. Pihaknya juga sedang melakukan pendataan terhadap anak usia 1-19 tahun sebagai persiapan suatu saat harus dilakukan ORI.



Sehingga, lanjut Reny, untuk melaksanakan ORI harus sepengetahuan pusat mengingat vaksin untuk ORI akan mengedrop dari pusat dan daerah tak bisa melakukan pengadaan sendiri.

"Untuk lima kabupaten/kota di Jawa Barat saja yang harus melaksanakan ORI belum tuntas seluruhnya. Apalagi Kabupaten Sumedang yang memang tak masuk sasaran. Namun demikian, apabila kami telah melakukan pendataan terhadap anak usia 1-19 tahun yang menjadi sasaran ORI dan ketika sewaktu-waktu Sumedang harus melaksanakan ORI, maka kami telah siap," katanya. dodi