Presiden Putin Umumkan Negara-negara Musuh Rusia

Presiden Putin Umumkan Negara-negara Musuh Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto from Pixabay.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan nama-nama negara yang menjadi musuh pemerintahannya dalam perang Rusia-Ukraina.

Negara-negara ini disebut oleh Presiden Putin, memperlihatkan dukungan nyata berupa bantuan milliter pada Ukraina dan sangat tidak bersahabat dengan Kremlin.

Hal tersebut disampaikan oleh Vladimir Putin melalui media pemerintah yang dikutip oleh CNBC pada Selasa (8/3/2022) kemarin.

Indonesia Tidak Termasuk Negara yang Jadi Musuh Rusia

Namun jangan khawatir. Dalam daftar tersebut, tidak ada nama Indonesia di dalamnya.

Mereka yang masuk daftar negara musuh Rusia yakni Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan.

Kemudian, Australia, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, dan sekitar 27 negara dari Uni Eropa (UE).

Baca juga:  Negara di Asia Tenggara Mulai Ikut Campur Perang Rusia-Ukraina

Negara yang dianggap Putin, sebagai musuh ini telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia pasca-serangan ke Ukraina.

Sanksi tersebut, mulai dari pembekuan aset individu dan perbankan.

Kemudian, pemutusan dari sistem Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication atau SWIFT, sampai larangan impor migas.

Putin tidak menjelaskan lebih lanjut mau diapakan daftar itu, yang jelas, pemerintah Rusia telah menyerukan. Kepada warga Rusia yang memiliki utang kepada kreditur luar negeri dengan menggunakan mata uang asing, agar segera membayar sangkutan tersebut.

Terutama, kepada negara yang memusuhi Rubel (mata uang Rusia).

Pekan lalu, Vladimir Putin memberi peringatan keras pada negara-negara yang menjatuhkan sanksi ke Kremlin.

“Ini sama saja dengan menabuh genderang perang,” tegas Putin.

Baca juga:  Bak Dinamit Meledak, Denmark Dampingi Belgia Lolos Fase Grup UEFA EURO 2020

Rusia juga memperingatkan Barat agar tidak memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina seperti permintaan pihak Kyiv.

Mereka yang memberlakukan ini dianggap Presiden Putin menjadi bagian dalam perang.

“Tidak peduli mereka dari organisasi mana, jika larangan terbang ini terjadi, maka mereka sudah jadi peserta di konflik ini,” kata Vladimir Putin lagi.

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: Bam