Perangi Ponsel BM, Bea Cukai Tindak 19.000 Ponsel Ilegal

HP Blackmarket BM

BERITA TEKNO, ruber.id – Guna memerangi ponsel BM alias Blackmarket, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah menindak sebanyak 19.000-an unit ponsel BM hingga Juni tahun 2019.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, sangat mendukung kalau pemerintah menerbitkan regulasi mengenai International Mobile Equipment Identity (IMEI).

”Aturan ini jadi senjata pemerintah memerangi peredaran handphone ilegal,” katanya, Jumat (26/7/2019)

Jika setelah aturan itu berlaku, lanjut Heru, masih terjadi penyelundupan, tidak perlu khawatir seperti sekarang.

“Sebab, ponsel ilegal itu nantinya tidak akan berfungsi, karena tidak terdaftar di negara.”

“Meskipun mereka itu ekstremnya bisa lolos dari pengawasan dari Bea Cukai. Tapi ponselnya itu nggak bisa terpakai karena IMEI-nya nggak terdaftar,” sambung dia.

Baca juga:  Tips Membeli Keyboard Portabel untuk Laptop dan PC

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Memang sedang gigih merumuskan aturan International Mobile Equipment Identitiy.

Upaya ini bertujuan membasmi peredaran ponsel BM ini di Tanah Air.

Berdasarkan catatan Kemenperin, terdapat 10 juta unit ponsel ilegal yang masuk ke Indonesia setiap tahunnya.

Masifnya angka penyelundupan itu menyebabkan negara kehilangan pendapatan dari pajak impor ponsel. (Arsip ruber.id/detikcom)