19.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Perangi Ponsel BM, Bea Cukai Tindak 19.000 Ponsel Ilegal

ILUSTRASI. net/ruang berita

ruber — Guna memerangi ponsel BM, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah menindak sebanyak 19.000-an unit ponsel black market (BM) hingga Juni tahun 2019.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, dia sangat mendukung kalau pemerintah menerbitkan regulasi mengenai International Mobile Equipment Identity (IMEI).

”Aturan ini jadi senjata pemerintah memerangi peredaran ponsel BM,” katanya, Jumat (26/7/2019)

Jika setelah aturan itu berlaku, lanjut Heru, masih terjadi penyelundupan, tidak perlu khawatir seperti sekarang.

BACA JUGA:  Asyik! Harga Ponsel dengan Sensor Sidik Jari Bakal Lebih Terjangkau

“Sebab, ponsel ilegal itu nantinya tidak akan berfungsi, karena tidak terdaftar di negara,” katanya.

“Meskipun mereka itu ekstremnya bisa lolos dari pengawasan dari Bea Cukai, tapi ponselnya itu nggak bisa dipakai karena IMEI-nya nggak terdaftar,” sambung dia.

BACA JUGA:  Gunakan Barbel 90 Kg, Redmi Note 8 Pro Lolos Uji Ketahanan

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), memang sedang gigih merumuskan aturan International Mobile Equipment Identitiy (IMEI).

Upaya ini bertujuan membasmi peredaran ponsel black market (BM) di Tanah Air.

Berdasarkan catatan Kemenperin, terdapat 10 juta unit ponsel BM yang masuk ke Indonesia setiap tahunnya.

BACA JUGA:  Jangan Langsung Dinyalakan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Saat HP Terkena Air

Masifnya angka penyelundupan itu menyebabkan negara kehilangan pendapatan dari pajak impor ponsel. red

 

SUMBER: detik.com

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles