28.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Pengen Motor Anda Irit Bensin? Lakukan Hal Ini Secara Rutin

ruber.id – Siapa yang tak ingin kendaraannya irit bahan bakar atau bensin. Semua pemilik kendaraan tentunya menginginkan hal tersebut.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan agar kendaraan Anda khususnya sepeda motor bisa irit bensin?

Ternyata kuncinya hanya satu, yakni Anda rutin mengganti oli mesin sepeda motor Anda.

Jika Anda mengulur-ngulur waktu mengganti oli mesin, kualitas oli semakin menurun. Alhasil, bukan hanya berpengaruh terhadap bahan bakar, tapi juga komponen lainnya.

Terlebih, apabila Anda menggunakan jenis oli yang tidak sesuai dengan karakter mesin motor Anda.

Melansir dari kumparan.com, Kepala Bengkel Bintang Motor Honda Cinere, Ribut Wahyudi mengungkapkan bahwa bahan bakar bisa boros jika oli sudah jelek.

BACA JUGA: Awas! Jangan Asal Beli Oli, Bisa Sebabkan Mesin Kendaraan Overheat

BACA JUGA:  Tak Selalu Masalah Aki, Ini Penyebab Starter Elektrik Motor Susah Nyala
BACA JUGA:  Pengguna Motor Matic Harus Tahu! Ini Jarak Ideal Mengganti Oli

Menurutnya jika oli yang sudah jelek menyebabkan kinerja atau tarikan putaran mesin akan berat.

Tak hanya itu, mengutip yang disampaikan Kepala Bengkel AHASS Honda Beji, Depok, Susanto, telat mengganti oli mesin bisa membuat mesin jebol.

Misalnya, saat oli kering maka mesin menjadi panas. Otomatis itu akan menyebabkan pistonnya baret.

Ujung-ujungnya merembet pada setang seher dan bearing rusak. Karena, ketika tidak ada pelumas untuk mendinginkan mesin, akan terjadi gesekan antara besi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan penggantian oli secara berkala, sesuai buku servis.

Khusus pemakaian sehari-hari dengan kondisi jalanan padat, lebih baik sebulan sekali atau setiap 2000 kilometer.

Sementara itu, sebelum mengganti oli, Anda perlu tahu bahwa oli memiliki tingkat kekentalan yang berefek terhadap mesin.

BACA JUGA:  Kabin Mobil Bau Asap Rokok? Begini Cara Menghilangkannya

Umumnya, pada kemasan akan tertera kode SAE (Society of Automotive Engineer) yang menadakan kekentalan oli itu sendiri, misalnya SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50.

Jadi, oli motor matik dengan motor manual untuk kopling kering dan kopling basah akan berbeda, terutama dari kekentalannya.

BACA JUGA:  Jangan Asal Bilas, Ini Tips Mencuci Mobil Setelah Kehujanan

Ini cukup penting diketahui karena pengaruhnya balik lagi ke pendinginan ruang mesin dan keiritan BBM. Oleh karena itu, penggunaan SAE harus sesuai buku manual.

Tak hanya itu, klasifikasi oli juga dibedakan menjadi oli sintetik dan oli mineral berdasarkan kandungan zat aditif di dalamnya.

Pada oli sintetik biasanya memiliki struktur yang lebih merata dan membuat performa pelumasan lebih baik sehingga menambah umur pemakaian hingga 3500 km.

BACA JUGA:  Pengguna Motor Matic Harus Tahu! Ini Jarak Ideal Mengganti Oli

Sedangkan untuk oli mineral lebih kental dan lebih kebal menahan hawa panas. Sehingga, oli ini lebih cocok untuk motor tahun lama yang umumnya sudah mengalami penurunan kualitas komponen mesin.

Sebaiknya Anda memang memakai oli yang memang sesuai kebutuhan motor Anda, tapi jangan ganti-ganti karena tidak bagus untuk mesin. Meski begitu, soal perlindungan, oli sintetik lebih baik.

Soal harga juga berbeda, lebih mahal oli sintetik. Contohnya, jika oli mineral motor matik dibanderol sekitar Rp46 ribu, oli sintetiknya berkisar Rp54 ribu.

BACA JUGA:  Kencangkan Mur Roda Mobil Ada Caranya, Begini Nih yang Benar

Nah, mulai sekarang, ganti oli motor Anda secara rutin jika ingin bahan bakar atau bensinnya irit. Bonusnya, motor akan lebih terawat. (R004/Tasya)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles