Rabu, 5 Agu 2020

Bayi Dibuang di Jatinangor, KPAI: Apapun Alasannya, Tak Bisa Dibenarkan

Baca Juga

Pernikahan Dini di Sumedang Capai 1%, Psikolog: Membahayakan Diri Anak

SUMEDANG, ruber -- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPK) Kabupaten Sumedang khawatir, dampak pernikahan dini yang menyentuh angka 1% dari 1.1 juta jiwa penduduk. BACA...

Pria Ini Batalkan Pernikahan Gara-gara Video Mesum Calon Istrinya Beredar

ruber -- Calon mempelai pria asal Malaysia terpaksa membatalkan pernikahannya setelah mendapati video mesum calon istrinya. Dilansir dari World Of Buzz, pengantin pria itu sedianya akan melangsungkan pernikahan...

Jaga Kualitas Tanah, Komisi IV DPR RI Imbau Petani di Pangandaran Gunakan Pupuk Organik

PANGANDARAN, ruber.id -- Petani di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diimbau gunakan pupuk organik saat bertani. Anggota Komisi IV DPR...

19 Satpam tak Bersertifikat Terjaring dalam Razia di Pangandaran

PANGANDARAN, ruber - Razia satuan pengamanan (satpam) yang dilakukan Polda Jabar menjaring belasan satpam tak bersertifikat di Kabupaten Pangandaran. Mereka terjaring dalam razia di sejumlah...

SUMEDANG, ruber — Penemuan bayi perempuan di Dusun/Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (2/1/2019) malam, menggegerkan warga.

Kapolsek Jatinangor Kompol Nur Jamil menuturkan, bayi itu ditemukan pertama kali oleh Kemas Duga Muis di dalam tas berwarna merah, tak jauh dari rumahnya. Kemas lalu memberitahukannya kepada istrinya, Azriani Intan.

Kapolsek menjelaskan, saat ditemukan, di dalam tas merah juga terdapat 3 setel baju, 4 popok, 5 buah drypant dan perlengkapan bayi lainnya.

“Juga terdapat sehelai kertas yang yang berisi tulisan Putri Hanifah 31 Desember 2018, semoga kebaikan orang yang merawat anak kami diberi rezeki dan kesehatan, amin ya Allah,” ungkapnya.

Untuk sementara, bayi tersebut dirawat di rumah Kepala Desa Cikeruh Ja’i.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, apapun alasan orang tua membuang atau melantarkan anaknya, KPAI dengan tegas menyatakan bahwa langkah itu tidak benar.

“Kasus pembuangan bayi di sejumlah kota masih sering terjadi, dengan beragam motif. Apa pun alasannya, pembuangan bayi itu sama sekali tak bisa dibenarkan,” ujarnya, ketika dihubungi ruber, Kamis (3/1).

Menurut dia, ada beberapa alasan yang membuat orang tua tega membuang anak. Di antaranya adalah faktor ekonomi dan rasa malu karena bayi itu merupakan hasil hubungan tidak sah.

“Saya rasa, hubungan tidak sah itu variatif. Bisa karena hubungan asmara remaja yang kebablasan, PSK yang melahirkan anak dari hubungan dengan pelanggannya, karena perkosaan, dan sebagainya,” jelas Susanto.

Mencermati fakta mengenai hubungan tidak sah, Susanto tidak mengartikan hal itu hanya terjadi dalam pergaulan bebas.

“Jadi, di sini terminologinya bukanlah pacaran, melainkan lebih pada cara orang tua dalam menanamkan moral dan membimbing putra putrinya dalam mencari pasangan yang tepat,” tandasnya. eta

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Minta Bukti Cinta, Gadis di Tasikmalaya Digagahi Pacarnya 2 Kali

TASIKMALAYA, ruber.id - Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat ringkus seorang pria berinisial F, 19. Pelaku ditangkap karena melakukan persetubuhan...

Bupati Sumedang Lantik 381 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

SUMEDANG, ruber.id - Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melantik 381 pejabat eselon III, dan IV di lingkungan Pemkab Sumedang, Rabu (5/8/2020).

Dua Petugas Medis di Puskesmas Conggeang dan 2 Perawat RSUD Sumedang Positif Corona

SUMEDANG, ruber.id - Dua perawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Sumedang terkonfirmasi positif COVID-19, Rabu (5/8/2020). "Iya betul, hasil...

Ratusan Pejabat Sumedang Dilantik via Zoom

SUMEDANG, ruber.id - Ratusan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional akan diambil sumpah janji jabatannya melalui aplikasi Zoom, Rabu (5/8/2020).

Daftar Skuat Inter Milan di Europa League

SPORT, ruber.id - FC Internazionale Milano telah mengumumkan daftar pemain jelanh putaran final Europa League 2019/20 ke UEFA. Pada laga...