oleh

Palestina dan Khilafah Islamiyah

Ayo gunakan hak pilihmu!

Palestina dan Khilafah Islamiyah

OLEH: Rianny Puspitasari, S. Pd., M. Pd.

OPINI, ruber.id — Gaza kembali membara. Diketahui, pada 12 November 2019 lalu, Israel menewaskan seorang komandan senior militan Jihad Islam di Jalur Gaza.

Hal itu memicu aksi saling serang antara Israel dan Jihad Islam selama dua hari yang menewaskan 36 warga Palestina (detikcom).

Berikutnya, pada hari Jumat tanggal 29 November 2019, sebuah pesawat tempur Israel menyerang posisi Hamas di wilayah Jalur Gaza.

Tentu hal ini menuai banyak respon dari berbagai kalangan, tidak sedikit pihak yang mengutuk apa yang telah dilakukan pasukan Israel.

BACA JUGA OPINI INI: Air Sumur Tercemar, Warga Rancaekek Bandung Gusar

Penyerangan Israel terhadap Palestina bukan baru beberapa kali terjadi.

Ini terus berulang semenjak Israel mencaplok wilayah Palestina.

Parahnya, Israel tidak pandang bulu dalam melakukan penyerangan.

Bukan hanya pihak militer atau pejuang Palestina, tapi banyak warga sipil yang menjadi korban kebiadaban Israel.

Rumah sakit, masjid, rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya pun tidak luput dari kekejaman pasukan Israel.

Kutukan, gencatan senjata, perundingan, semua cara sudah ditempuh.

Namun, tetap tidak ada yang bisa menghentikan langkah dan kebengisan Israel.

Tabiat Yahudi yang selalu mengingkari perjanjian tampaknya tidak akan berhenti.

Solusi yang disepakati oleh komunitas internasional melalui resolusi Majelis Umum PBB Nomor 194 dengan two state solution bukanlah solusi akhir yang adil bagi konflik Palestina-Israel.

Dengan pengakuan terhadap Israel sejatinya adalah pengakuan terhadap kedzaliman.

Padahal sudah jelas dan nyata, wilayah Palestina dicaplok dan diambil paksa secara semena-mena.

Maka two state solution hanya akan menambah rasa sakit Palestina yang sudah puluhan tahun didzalimi dan dianiaya.

Pangkal masalah konflik ini adalah kebencian Yahudi terhadap Islam dan keinginan untuk mengambilalih wilayah Palestina, bukan juga karena konflik internal Hamas dan Fatah.

Sehingga penyelesaiannya pun tidak cukup dengan kutukan, perundingan damai dan two state solution.

Warga Palestina bukan hanya perlu bantuan makanan, pakaian dan obat-obatan.

Mereka butuh bantuan dari umat Muslim seluruh dunia melalui persatuan dan bantuan militer untuk menghentikan pasukan tentara Israel.

Mereka membutuhkan sebuah institusi yang akan memimpin persatuan umat untuk menyelamatkan warga Palestina dan membebaskan mereka dari penjajahan dan serangan fisik yang terus dilancarkan pihak Yahudi.

Mereka membutuhkan pertolongan nyata yang akan membantu mereka melepaskan diri dari jeratan kekejaman Yahudi yang tiada henti menyerang.

Hanya Khilafah Islam, institusi yang mampu melakukan itu semua.

Institusi yang berlandaskan Islam, yang mampu membawa umat pada keberkahan dunia dan akhirat.

Institusi yang tidak akan ragu menurunkan militernya dalam membela umat yang didzalimi untuk membebaskan mereka dari penjajahan.

Oleh karena itu, mengapa kita masih ragu akan keagungan Daulah Khialafah Islamiyah? Wallahu’alam bi ash shawab. (*)

*) Rianny Puspitasari, S. Pd., M. Pd.
[email protected]

BACA JUGA OPINI INI: Pembangunan Infrastruktur untuk Siapa?

loading...

Komentar