22.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Organda Garut Imbau Pengemudi Transportasi Daring Tidak Pakai Atribut Dulu

GARUT, ruber — Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut mengimbau untuk sementara para pengemudi transportasi daring tidak memakai atributnya dulu.

Pasalnya, selama regulasi tentang jasa angkutan umum daring belum jelas, bisa memicu kemarahan bagi pelaku usaha transportasi konvensional, terutama ojek pangkalan.

Ketua Organda Kabupaten Garut Yudi Nurcahyadi mengatakan, pengemudi online kalau mau masuk pangkalan jangan pakai atribut.

“Silent saja,” katanya, Senin (24/6/2019).

Dia menuturkan, regulasi transportasi daring untuk roda dua maupun empat di Indonesia, khususnya di Garut, masih dibahas di Kementerian Perhubungan, dan belum jelas aturannya.

BACA JUGA: Pengemudi Taksi Online di Garut Dianiaya, Spanduk Opang Disweeping

“Selama ini transportasi daring memang sudah banyak di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan kota sekitarnya. Bahkan sudah bebas memakai atribut transportasi perusahaan daringnya,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Santolo Garut, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian
BACA JUGA:  Di Pantai Santolo, Dua Wisatawan Terseret Ombak

Namun bebasnya pemakaian atribut itu, kata dia, tidak dapat disamakan di daerah lain, khususnya di Kabupaten Garut.

Hal ini karena masih ada sebagian pelaku usaha transportasi konvensional yang belum menerima kehadiran transportasi daring.

“Transportasi online itu sudah kuat di kota besar. Memang mendominasi, tapi di daerah kan belum sama. Makanya tahan, jangan pakai atribut dulu,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat jajaran Organda, pemerintah daerah, kepolisian, pelaku usaha delman, angkutan kota, ojek, dan becak, akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah transportasi daring di Garut.

Menurut dia, transportasi daring itu tidak mungkin bisa dilarang beroperasi karena itu bagian dari perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Dua Wisatawan Hilang Terseret Ombak saat Berenang di Pantai Santolo dan Sayang Heulang
BACA JUGA:  Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Santolo Garut, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Namun setidaknya harus ada aturan dalam operasionalnya, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Angkutan online ini, sambung dia,  sudah ada dan tidak mungkin dilarang. Juga bukan untuk dilawan.

“Namun kami harap ada aturan yang jelas,” katanya.

Ia berharap, insiden antara  pengemudi transportasi daring dan konvensional tidak memicu tindakan melanggar hukum.

“Saya lebih sepakat, siapa saja yang melakukan tindakan melawan hukum harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Adapun gejolak saya yakin ada pemicunya,” ungkapnya. red

 

Foto: internet, sumber berita: detik.com

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles