22.4 C
Indonesia
Senin, September 20, 2021
spot_img

Miliarder Muda Ini Yakin Toko Sayur Online IPB Mampu Penuhi Kebutuhan Warga Selama Pandemi Corona

BOGOR, ruber.id – Toko Sayur Online yang digagas IPB University dengan menggandeng marketplace, atau platform e-Commerce diapresiasi.

Gagasan ini dinilai responsif dan sesuai di tengah pandemi COVID-19 atau virus corona.

Petani Muda Asal Cianjur Sandi Octa menyebutkan, di tengah pandemi corona ini, masyarakat membutuhkan buah dan sayuran berkualitas.

Akan tetapi, akses transaksi di lapangan terhambat karena berbagai anjuran pemerintah seperti phisycal distancing.

Di sisi lain, dengan adanya marketplace ini, para petani dan pedagang juga akan diuntungkan karena komoditas mereka tetap bisa diakses pasar.

Miliarder muda sukses yang menggeluti bisnis sayuran ini menuturkan, gebrakan IPB University melalui strategi digitalisasi sangat efektif.

Terutama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat selama pandemi COVID-19.

“Transaksi secara konvensional memang sudah mulai berkurang, terutama saat wabah COVID-19.”

BACA JUGA:  Bebas Pilih Lokasi Kantor Cabang, Klaim JHT Lapak Asik Online Jadi Lebih Mudah

“Sehingga, cara online seperti ini merupakan langkah yang bagus, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan komoditas lain dengan prospek besar,” katanya kepada ruber.id, Selasa (7/4/2020).

BACA JUGA:  Aplikasi Kuncie, Platform Belajar Bisnis Online

Alumnus IPB tahun 2015, jurusan Agronomi ini menyatakan, selama ini, dari pengalamannya berkolaborasi bersama e-Comerc edalam memasarkan kebutuhan pokok ada peningkatan permintaan hingga 5 kali lipat dari konsumen.

Selain itu, kata Sandi, penjualan lewat online juga sangat membantu penyerapan hasil tani secara maksimal.

Sandi menjelaskan, diprediksi pada awal April 2020 ini akan memasuki massa panen raya.

Di mana, kata dia, hasil panen melimpah, sedangkan kondisi wabah corona belum berakhir.

“Dengan begitu, konsumen tetap menjaga jarak sosial maupun fisik, dan kebutuhan pangan mereka tetap terpenuhi,” jelasnya. 

Sandi mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diawasi. Salah satunya yaitu dari sisi pemilihan komoditi dan segmen pasar.

BACA JUGA:  Kabar Baik, Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Antivirus Corona

Sandi mencontohkan, seperti bawang Bombay untuk masyarakat umum.

Komoditi ini jarang digunakan, namun bagi restoran atau hotel, jenis sayuran ini sangat dibutuhkan.

“Jadi tantangannya, bagaimana mencocokkan keinginan segmen pasar dengan yang berada di produksi (IPB).”

BACA JUGA:  Pilih Geluti Bisnis Online Softlens, Rini: Nggak Akan Basi

“Saat masyarakat meminta yang berbeda, tentu akan ada kesulitan. Namun juga nanti seiring waktu masalah ini bisa teratasi,” jelasnya.

Sementara, Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier IPB University Dr. Alim Setiawan mengatakan, program toko online ini dinamakan kegiatan ‘Ayo Belanja Sayur dari Rumah’.

Program ini juga bekerja sama dengan komunitas ibu-ibu rumah tangga berbasis kompleks perumahan.

Di mana, nantinya mitra kegiatan mengkoordinasi belanja sayur melalui media sosial.

“Masyarakat bisa membeli sayur online melalui Tokopedia dengan berkunjung ke toko ‘Rumah Sayur Bogor dan Cisarua’.”

BACA JUGA:  Rektor IPB: Momen Pandemi Corona Harus Jadikan Indonesia Mandiri Pangan

“Program ini juga tengah menjalin kerjasama dengan Lazada,” sebutnya.

Mekanisme lain yang digunakan yakni dengan menjalin kerjasama dengan reseller.

Kerjasama yang telah berjalan yaitu dengan salah satu koperasi di daerah Cilandak dan Koperasi Dinatera milik Medco Foundation.

“Sejauh ini, respons masyarakat terhadap program ini cukup baik, dengan permintaan mencapai total 2.000 paket pada hari pertama,” jelasnya.

Berdasarkan testimoni konsumen terutama ibu-ibu, mereka merasa sangat terbantu dalam mendapatkan sayuran segar bermutu tinggi.

BACA JUGA:  Bicara Illegal Fishing, Ini Pesan Penting Susi buat Mahasiswa IPB

Diharapkan, selain sayuran, juga disediakan buah-buahan, ikan, dan daging. Karena akses akan produk-produk tersebut kian terbatas saat ini. (R003)

Baca berita terkait lainnya: Kabar Baik, Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Antivirus Corona

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles