Wednesday, 3 Jun 2020

Menuai Polemik di Kalangan Musisi, RUU Permusikan Bakal Dikaji Ulang

Baca Juga

Demi UNBK, Siswa 2 Sekolah di Ciamis Ini Harus Nginap di Sekolah

CIAMIS, ruber -- Tiga SMA swasta di Kabupatrn Ciamis harus digabung agar bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). UNBK mulai dilaksanakan pada Senin (1/4/2019)...

Kodim Sumedang Tertib Berlalu Lintas, Seluruh Kendaraan Anggota Dirazia

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Sebagai upaya meningkatkan disiplin dan pengamanan, Kodim 0610/Sumedang razia seluruh personelnya, Senin (2/3/2020). Razia dilaksanakan...

Tiga Kali Raih Opini WTP, Pemkab Pangandaran Dapat Penghargaan Kemenkeu

Tiga Kali Raih Opini WTP, Pemkab Pangandaran Dapat Penghargaan Kemenkeu PANGANDARAN, ruber.id -- Selain meraih penghargaan Swasti Saba Padapa di bidang kesehatan, pemerintah pusat juga...

RSUD Kota Banjar Angkat Bicara soal Polemik Lahan Parkir

KOTA BANJAR, ruber -- RSUD Kota Banjar akhirnya angkat bicara terkait polemik lahan parkir. Dilansir dari laman pikiranrakyat.com, Wakil Direktur RSUD Kota Banjar Redi mengatakan,...

JAKARTA, ruber — Polemik Rancangan Undang-Undang atau RUU Permusikan tengah ramai diperbincangkan. Pro-kontra lahir dari sejumlah musisi lantaran terikat langsung dengan rancangan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus musikus Anang Hermansyah mengungkapkan, RUU Permusikan masih menjadi kajian di parlemen.

Bersama anggota dewan di DPR, dia menunggu berbagai pendapat dari semua orang yang terlibat di industri musik Tanah Air.

“Akan dikaji ulang (RUU permusikkan). Masukan ini kan akan berjalan terus dari teman-teman di sini. Masukan itu yang hadir di sosial media maupun di mana-mana, kita akan duduk dan membahas bersama, apakah memang ini akan diteruskan atau tidak. Itu pun teman-teman yang punya maksud, punya keinginan,” katanya di Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019) seperti dilansir dari laman liputan6.com.

Pihaknya bersama perwakilan dari pemusik juga sudah melakukan mediasi terkait hal ini. Langkah itu dilakukan agar pembahasan RUU terjalin dua arah, sehingga regulasi yang tercipta bisa disetujui seluruh pihak.

“Memang di kursi DPR ada masukan. Hari ini dari teman-teman kayak Glenn Fredly itu sudah berapa kali ke parlemen, berapa kali berdiskusi dengan saya dan tim yang ada di parlemen. Kita memiliki keinginan yang sama dengan yang Mas Glenn dan teman-teman yang sekarang ada. Saya juga bagian dari panggung musik indonesia,” katanya menandasi.

Namun, Anang tak menampik kehadiran RUU Permusikan sebagai upaya posiftif guna menyejahterakan para pemusik. Ada beberapa poin yang menurutnya bagus agar bisa dipertahankan. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bermediasi guna terciptanya suatu regulasi yang kokoh.

“Dibutuhkan duduk bersama dengan kepala dingin, memberikan masukan. Kalau engga setuju, bilang, ‘ini loh aku enggak setuju’. kalau setuju ‘ini loh aku setuju’. Kalau diperbaikkin, harusnya apa? Parlemen masih menunggu,” lanjut dia.

Terkait dengan Pasal 5 dalam RUU Permusikan, Anang menegaskan tidak menyetujuinya saat duduk bersama di parlemen. Menurutnya, sejumlah regulasi yang terdapat di dalamnya bisa menimbulkan perdebatan yang bisa memecah belah musisi.

“Saya bilang, saya tidak setuju dengan Pasal 5 itu, di Papri pernah membahas itu. Saya waktu terima bahwa akan disanksi (untuk pelanggar pasal 5), saya langsung diskusi. Ini pasal 5 akan menimbulkan kontroversi karena saya sendiri pun gak mau seperti itu. Papri bicara untuk mendrop RUU atau pasal itu, atau diubah redaksionalnya,” lanjut dia.

Kendati demikian, Anang tetap menyambut positif RUU ini. Dalam pandangannya yang lain, pemusik bisa mendapat sertifikasi resmi dari negara sehingga profesi ini akan diakui dunia internasional.

Dia menyoroti pemusik lokal yang tidak diterima kehadirannya di luar negeri. “Kayak ada teman cerita bahwa salah satu seniman kita di luar negeri tapi nggak punya sertifikasi ditolak, ikut konser ditolak. Itu bagaimana?” ujarnya. red

SUMBER: liputan6.com

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

1092 Calon Jemaah Haji Ciamis Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

CIAMIS, ruber.id - Sebanyak 1092 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis dipastikan batal berangkat tahun 1441 Hijriah/2020 ini. Hal...

Terimbas Corona, 386 Calon Jemaah Haji di Pangandaran Gagal Berangkat

PANGANDARAN, ruber.id - Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah 1441 Hijriyah atau tahun 2020. Keputusan itu...

Hasil Rapid Test Masif di Sumedang, 31 Orang Reaktif

SUMEDANG, ruber.id - Pemkab Sumedang melakukan rapid test masif untuk melacak peta sebaran kasus COVID-19. Rapid test masif yang...

Anggaran Penanganan COVID-19 di Kota Tasik Tak Transparan, DPRD Akan Buat Nota

TASIKMALAYA, ruber.id -- Anggaran bantuan sosial (bansos) dan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Tasikmalaya dinilai carut marut.

Kasus Pengeroyokan Karyawan Star Fashion di Boyolali, Polisi Hadirkan Belasan Saksi saat Reka Ulang

BOYOLALI, ruber.id - Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan prarekonstruksi (Pra reka ulang), kasus pengeroyokan karyawan Star Fashion di Jalan Ir Soekarno,...