Sunday, 31 May 2020

Menaker Minta Pengusaha Bayar THR Lebaran Tepat Waktu, Telat? Ini Dendanya

Baca Juga

4 Tahun Terakhir, Abrasi di Pantai Ciparanti Pangandaran Semakin Parah

PANGANDARAN, ruber.id -- 4 tahun terakhir, kondisi Pantai Ciparanti yang mengalami abrasi di Kabupaten Pangandaran semakin parah. Akibatnya, akses jalan nasional yang sering dilalui warga...

Korban Hilang di Perairan Pangandaran Belum Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Korban Hilang di Perairan Pangandaran Belum Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian PANGANDARAN, ruber.id -- Tiga hari pencarian, tim SAR gabungan belum juga menemukan Indra, korban...

Pantang Berpuas Diri, Beckham Ingin Berikan Segalanya Buat Persib

SPORT, ruber -- Gelandang muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Meski capaiannya terbilang mentereng di usianya yang baru 17...

Ribuan Murid TK Padati Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya

Ribuan Murid TK Padati Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya TASIK KOTA, ruber.id -- Ribuan siswa dan siswi Taman Kanak-kanak (TK) memadati Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya, Senin...

NASIONAL, ruber.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta┬ápengusaha di Indonesia tepat waktu membayar THR Lebaran.

Jika terlambat, Menaker tak segan untuk memberikan denda kepada para pengusaha yang menunda-nuda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ini.

Dilansir ruber.id daru laman Kompas.com, Menaker menetapkan denda sebesar 5% kepada pengusaha yang telat membayar THR karyawannya.

“Tunjangan hari raya merupakan bagian dari pendapatan nonupah. Pengusaha wajib memberikannya kepada pekerja atau buruh, tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” ucapnya di laman Kompas.com, Jumat (3/4/2020).

Menaker menjelaskan, denda tidak akan menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan.

Menaker menuturkan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015; Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6/2016.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 20/2016; dan PP Nomor 78/2015, perusahaan wajib membayar THR kepada pekerja atau buruh.

Sementara, bagi pengusaha yang kesulitan membayar THR karena dampak dari pandemi COVID-19 atau hal lainnya dapat menempuh mekanisme dialog dengan karyawannya.

Mekanisme dialog dilakukan, kata Menaker, hingga tercapai kesepakatan antarkedua belah pihak.

“Salah satu kesepakatan yang dapat ditempuh yaitu THR dibayar secara bertahap,” jelasnya.

Selain itu, kata Menaker, jika perusahaan tidak mampu membayar THR tepat waktu.

Maka, pembayaran dapat ditangguhkan pada jangka waktu tertentu, sesuai dengan yang telah disepakati. (Kompas.com/R003)

BACA JUGA: Kapolda Jabar Siap Tindak Tegas Ormas yang Minta THR Secara Paksa

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Jadi Zona Biru Corona, Bupati Sumedang Puji para Camat

SUMEDANG, ruber.id - Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir memuji kinerja 26 camat se Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bupati...

Minggu Pagi, Rumah Jompo di Sumedang Utara Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Rumah milik jompo di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Minggu (31/5/2020) pagi sekitar jam 09.30 WIB.

Dua Korban Tenggelam di Pantai Dadap Indramayu Ditemukan

INDRAMAYU, ruber.id - Dua korban yang hilang terseret arus di Pantai Dadap, Indramayu, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia, Sabtu (31/5/2020) malam.

Warga Cilacap Ditemukan Tewas di Pantai Karang Tirta Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan Sabar, 25, di Pantai Karang Tirta, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (30/5/2020) malam jam 19.30 WIB.

Karantina Pemudik di Pangandaran Diakhiri 2 Juni 2020

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat akan mengakhiri pemberlakuan isolasi khusus di gedung sekolah bagi para pemudik. Bupati...