Penculikan Anak Imigran di Meksiko

Seorang Anak Terluka Ditemukan di Pelukan Jasad Sang Ayah

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Kisah pilu baru saja terjadi, pada seorang anak berumur 10 tahun yang berawal dari penculikan.

Pada saat warga temukan, bocah tersebut telah mengalami luka sobek pada lehernya sekitar 7 sentimeter.

Namun beruntung, bocah bernama Cristian itu, warga temukan dalam kondisi masih hidup dalam pelukan jasad ayahnya yang bernama Rudy, 37.

Rudy dan anaknya Cristian, merupakan warga Guatemala yang hendak melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat.

Namun, di dalam perjalanan mereka telah diserang secara brutal saat bepergian melintasi negara bagian Veracruz di Meksiko.

Melansir dari TribunStyle, pada Jumat (12/7/2019), kejadian tersebut berawal dari sebuah keputusasaan.

Yang mendorong begitu banyak orang Amerika Tengah, untuk melakukan perjalanan berbahaya ke Amerika Serikat.

Sehingga, sering kali perjalanan penyelundupan manusia ini menempatkan hidup mereka di tangan yang tidak tepat.

Baca juga:  Sikap Pemerintah Indonesia Kecam Rusia Bertentangan dengan Warga +62

Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Negara bagian Morelos, Raul Hernandez membenarkan. Jika para pengelana tersebut merupakan orang Guatemala.

Rudy beserta anaknya Cristian pergi dari Guatemala, sejak tanggal 28 Mei 2019, lalu.

Selain itu, paman beserta sepupu Cristian juga saat ini sedang dalam perjalanan.

Total kelompok kecil yang merupakan dua bersaudara tersebut, bepergian bersama dengan masing-masing membawa seorang putra.

“Mereka telah menyewa penyelundup dari Guatemala, yang akan membawa mereka sampai ke Amerika Serikat.”

“Tetapi, penyelundup itu meninggalkan mereka di Meksiko,” ujar Hernandez.

Penculik adalah Anggota Kartel Narkoba

Sementara itu, menurut Sekretaris Dalam Negeri Morelos, Pablo Ojeda Cardenas, para penculik tersebut merupakan anggota kartel narkoba Los Zetas.

Baca juga:  Korea Utara Dukung Rusia, Kecam Amerika

“Mereka memanggil kerabat korban mereka di Amerika Serikat, menuntut tebusan $12.000 (Rp170 Juta).”

“Sedangkan keluarga mereka, hanya mampu mengirim $8.000 (Rp110 Juta).”

“Tetapi, tidak mendapat kabar lagi dari para penculik,” terangnya.

Setelah itu, beberapa hari kemudian, pada 6 Juli 2019 kemarin. Cristian dan ayahnya ditemukan terbaring di pinggir jalan tanah di negara bagian Morelos.

Para penculik itu, membiarkan Morelos mati dan meninggalkannya begitu saja, bersama anaknya.

Namun demikian, pihak berwenang kemudian mengatakan. Bahwa, paman dan sepupu mereka berhasil melarikan diri.

Sedangkan Cristian, korban penculikan anak ini hanya mampu tergeletak di sisi ayahnya.

“Kini Cristian berada dalam perawatan pihak berwenang Meksiko,” ucap juru bicara Kantor Gubernur Morelos.

Cristian, menjalani perawatan di rumah sakit di kota Cuatla.

Baca juga:  Dari Assisi, Pesan Ridwan Kamil untuk Dunia Lebih Baik dan Perdamaian Ukraina-Rusia

Di mana, Cristian mendapatkan perawatan psikologis, selain perawatan medis.

“Cristian menjalani operasi dan saat ini dalam kesehatan yang baik,” terang Kementerian Luar Negeri Guatemala.

Temuan 72 Jasad Imigran

Berdasarkan informasi, Pada 2010 lalu, jasad 72 imigran. Terdiri dari 58 pria dan 14 wanita, ditemukan di kuburan massal di daerah timur laut Meksiko.

Pihak berwenang Meksiko mengatakan, bahwa mereka percaya sebagian besar korban berasal dari Honduras dan El Salvador.

Meskipun, beberapa di antaranya berasal dari jauh seperti Ekuador dan Brasil.

Kuburan massal tersebut berada di sekitar 14 mil (22 kilometer) dari kota San Fernando. Yaitu, di negara bagian Tamaulipas, dekat perbatasan dengan Texas dengan Mexico.

SUMBER: Tribunnews