23.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Memasuki Tahun Politik, Keutuhan Jabar Diuji

KARAWANG, ruber — Memasuki tahun politik, persatuan dan kerukunan Jabar dipertaruhkan, apakah akan terus bersatu, retak, atau lebih parah dari itu.

BACA JUGA: Peringkat Teratas di Survei, Politik Uang Hantui Pemilu 2019

Menurut Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Evi Fatimah, Jawa Barat sebagai provinsi yang memiliki kabupaten/kota paling banyak se-Indonesia, memiliki potensi konflik yang besar.

“Semua pihak harus mampu mengantisipasi berbagai potensi konflik secara kompak, dengan melibatkan semua komponen masyarakat dan pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga kerukunan dan keutuhan,” kata Evi dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Jamiatul Khoer, Kelurahan Kidangranggah, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Sabtu (2/2/2019).

Untuk itu, sebut dia, tahun politik, dibutuhkan peran kepala suku, para tokoh, LSM, serta partai politik. Diingatkan pula agar masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan.

Walaupun berbeda partai politik maupun pilihan pasangan calon, tetapi beraneka ragam corak pakaian para pendukung itu idealnya tetap dalam satu wadah NKRI.

“Ada yang mengenakan pakaian putih, merah, kotak-kotak, ataupun hijau. Ada pula yang memakai kaos, ataupun kemeja. Tetapi, ya idealnya semua itu berada dalam satu bingkai NKRI,” ujar Evi.

Dikatakan, provinsi Jawa Barat yang terdiri dari berbagai macam suku maupun wilayah adat, pada tahun politik kali ini akan selalu mendapatkan ujian dalam mempertahankan persatuannya. Salah satu ujian keutuhan itu terjadi melalui Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif di tahun 2019 ini.

“Kondisi seperti itu menjadi tujuan MPR untuk menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yaitu NKRI, Pancasila, UUD 194, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pengikat dan sendi-sendi dasar kehidupan antarsesama masyarakat. Dalam hal ini masyarakat perlu terus menerus diingatkan akan pentingnya persatuan di Jabar,” katanya.

Menurutnya, pada tahun politik ini, semua elemen masyarakat perlu mendukung semangat persatuan itu, sehingga tercipta masyarakat yang rukun, damai dan saling menghargai dalam kemajemukan. red

loading…


BACA JUGA:  Tahun Politik, Anggota Dewan Pangandaran Harus Bisa Atur Waktu

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles