GARUT  

Lima Tersangka Pungli di Garut Terancam 9 Tahun Penjara

Lima Tersangka Pungli di Garut Terancam 9 Tahun Penjara

BERITA GARUT, ruber.id – Lima tersangka kasus pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet. Kabupaten Garut terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Para tersangka kena jerat Pasal 368 KUHPidana, tentang Pemerasan. Dan Pasal 263 KUHPidana tentang Pemalsuan.

Melansir dari laman Republika, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pelaku berinisial PH, AN, AS, MS, dan UY.

Pihaknya, menangkap para pelaku saat melakukan aksinya melakukan pungutan liar. Kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Menurutnya, para tersangka memaksa wisatasan untuk membayar karcis palsu.

Karcis palsu ini sengaja mereka buat, saat hendak memarkirkan kendaraan.

“Mereka mematok harga Rp15.000 di luar retribusi resmi.”

Baca juga:  Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Garut Kebut Perbaikan dan Rekonstruksi Jalan

“Harusnya, wisatawan yang datang tak perlu bayar lagi setelah membayar tiket resmi. Tapi mereka yang parkir mereka pinta lagi,” katanya.

Kapolres menjelaskan, penangkapan lima orang tersangka itu saat kelimanya, melakukan aksinya pada Rabu (1/5/2019) kemarin.

Penangkapan, pihaknya lakukan setelah sehari sebelumnya, beredar sebuah video pemalakan.

Perekam video tersebut tak lain adalah beberapa wisatawan dan warga di sekitar Pantai Santolo.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti uang lebih dari Rp1.9 juta.

Pihaknya menduga, uang itu merupakan hasil pungli para tersangka.

“Ini adalah pemaksaan dan pemerasan. Alasan mereka mencari uang, atau mungkin membuat dan sudah lama, sekitar 3 tahunan. Ini murni premanisme,” katanya.

Baca juga:  Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Santolo Garut: Satu Tewas, 2 Hilang Tenggelam

Kapolres mengimbau, setiap warga yang mengetahui aksi pungli. Apalagi di tempat wisata, untuk segera melapor.

Polres Garut Siap Bersihkan Praktik Pungli

Kapolres menegaskan, Polres Garut siap membersihkan praktik itu.

Sebab, dampak pungli di tempat wisata sangat merugikan bagi Kabupaten Garut.

Akibat kabar yang membuat resah itu, banyak warga dan wisatawan merasa terganggu.

Sehingga, menyebabkan roda perekonomian di sekitar lokasi tersebut bisa terganggu. Apabila kunjungan wisatawan menurun.

“Kami imbau masyarakat, ini bukan kejadian pertama, hati-hati.”

“Secara preventif kami melakukan kegiatan patroli dan pembinaan.”

“Namun, partisipasi masyarakat juga harus ada untuk melapor ke pihak berwenang,” tuturnya. Penulis: Arsip ruber.id/Sumber: Republika