19.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Lima Tersangka Pungli di Garut Terancam 9 Tahun Penjara

GARUT, ruber — Lima tersangka kasus pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHPidana tentang Pemerasan dan Pasal 263 KUHPidana tentang Pemalsuan.

Dilansir dari laman Republika.co.id, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pelaku berinisial PH, AN, AS, MS, dan UY, ditangkap saat melakukan aksinya melakukan pungutan liar kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Menurutnya, para tersangka memaksa wisatasan untuk membayar karcis palsu yang sengaja dibuat saat hendak memarkirkan kendaraan.

“Mereka mematok harga Rp15.000 di luar retribusi resmi. Harusnya wisatawan yang datang tak perlu bayar lagi setelah membayar tiket resmi, tapi mereka yang parkir dipinta lagi,” katanya di laman Republika.co.id.

BACA JUGA:  Seolah Disirep, Neni Tak Sadar Ratusan Tabung Gas Miliknya Digondol Maling
BACA JUGA:  Aya-aya Wae! Pelaku Curanmor Teriaki Polisi Begal, Didor Deh

Kapolres menjelaskan, penangkapan lima orang tersangka itu dilakukan saat kelimanya melakukan aksinya pada Rabu (1/5/2019) kemarin.

Penangkapan dilakukan setelah sehari sebelumnya beredar sebuah video pemalakan yang direkam wisatawan oleh beberapa warga sekitar Pantai Santolo.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti uang lebih dari Rp1.9 juta. Diduda, uang itu merupakan hasil pungli para tersangka.

“Ini adalah pemaksaan dan pemerasan. Alasan mereka mencari uang atau mungkin membuat dan sudah lama, sekitar 3 tahunan. Ini murni premanisme,” katanya.

Kapolres mengimbau, setiap warga yang mengetahui aksi pungli, apalagi di tempat wisata, untuk segera melapor.

Kapolres menegaskan, Polres Garut siap membersihkan praktik itu.
Sebab, dampak pungli di tempat wisata sangat merugikan bagi Kabupaten Garut.

BACA JUGA:  Aya-aya Wae! Pelaku Curanmor Teriaki Polisi Begal, Didor Deh
BACA JUGA:  Seolah Disirep, Neni Tak Sadar Ratusan Tabung Gas Miliknya Digondol Maling

Akibat kabar yang membuat resah itu, banyak warga dan wisatawan merasa terganggu.

Sehingga menyebabkan roda perekonomian di sekitar lokasi tersebut bisa terganggu apabila wisatawan menurun.

“Kami imbau masyarakat, ini bukan kejadian pertama, hati-hati. Secara preventif kami melakukan kegiatan patroli dan pembinaan. Namun partisipasi masyarakat juga harus ada untuk melapor ke pihak berwenang,” tuturnya. luvi

SUMBER: Republika.co.id

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles