Sabtu, 26 Sep 2020

Korban Jadi 321 Orang, Ada Militan Lokal di Balik Bom Gereja Sri Lanka

Baca Juga

PLN UP3 Sumedang Serahkan Dana CSR Rp150 Juta

SUMEDANG, ruber -- PLN UP3 Sumedang menyerahkan dana CSR kepada sejumlah yayasan di wilayah Kabupaten Sumedang, Senin (20/5/2019). Dana CSR yang diberikan PLN senilai Rp150 juta...

Update COVID-19 Garut: Tambahan 5 Pasien Positif Corona Sembuh

GARUT, ruber.id - Kabar baik, 5 pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat sembuh. Sehingga total yang masih dirawat di RSUD...

Pemancing asal Cilacap Ditemukan Tewas di Pantai Palatar Agung Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Nahas menimpa Didi Setiadi, 31. Warga Dusun Plepedan Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap Jawa Tengah ditemukan tewas, Jumat (22/3/2019). BACA JUGA: Berenang di Area...

Polisi Ungkap Kronologi dan Identitas Mayat Perempuan di Sungai Ciamis

CIAMIS, ruber -- Identitas mayat perempuan yang ditemukan tersangkut di batu di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis terungkap. BACA JUGA: Mayat Perempuan Nyangkut di Batu Sungai...

ruber — Korban rentetan serangan bom saat perayaan Paskah di Sri Lanka terus bertambah, hingga Selasa (23/4/2019) total korban jiwa menjadi 321 orang.

Dilansir dari laman detikcom, ada peran militan lokal di balik serangan ini.

Militan lokal tersebut adalah Jamaah Tauhid Nasional (NTJ), yang diduga bertanggung jawab atas rentetan bom itu.

NTJ dicurigai mendapat bantuan dari jaringan internasional dalam melancarkan aksinya.

Juru bicara pemerintahan Sri Lanka, Rajitha Senaratne menyatakan pemerintahan mencurigai NTJ mendapat bantuan dari jaringan internasional dalam melancarkan serentetan ledakan bom mematikan di delapan lokasi terpisah pada saat perayaan Paskah, Minggu (21/4) lalu.

Hingga sejauh ini, terungkap bahwa salah satu tersangka yang ditangkap polisi Sri Lanka merupakan seorang warga Suriah.

Otoritas Sri Lanka menyebut militan lokal bernama National Thowheeth Jama’ath atau Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) ada di balik rentetan bom yang menghancurkan tiga gereja, empat hotel mewah dan sebuah rumah di pinggiran Colombo itu.

NTJ dicurigai mendapat bantuan dari jaringan internasional dalam melancarkan aksinya pada Minggu (21/4) lalu.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena akan menemui para diplomat asing di Colombo untuk meminta bantuan internasional.

“Kami tidak melihat bahwa organisasi kecil di negara ini bisa melakukan semua itu,” ujarnya di laman detikcom.

Terkait NTJ atau yang disebut juga sebagai Jamaah Tauhid Nasional yang merupakan kelompok radikal Islam di Sri Lanka, kiprahnya tidak banyak diketahui.

Salah satu kasus yang mengarahkan sorotan publik ke NTJ adalah aksi vandalisme terhadap patung-patung Buddha di Sri Lanka.

Aksi NTJ ini memancing kemarahan publik Sri Lanka yang didominasi penganut Buddha. luvi

SUMBER: detikcom

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Warga Darmaraja Meninggal Positif COVID-19, Total Kasus Kematian di Sumedang Jadi 5 Orang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Warga asal Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dipastikan positif COVID-19.

Jeruk Lemon Sumedang Bisa Dikembangkan Layaknya Agrowisata Malang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Jeruk Lemon yang ditanam di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dapat dikembangkan menjadi agrowisata layaknya di Malang,...

Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Bagi muda-mudi di Kabupaten Sumedang yang ingin menjadi calon prajurit TNI, mulai dari calon Tamtama (Catam), Caba (Calon...

Febri Diansyah Pamit dari KPK

BERITA NASIONAL, ruber.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah pamit dari lembaga rasuah tersebut.

Warga Purbaratu Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kamaludin, 40, warga Kampung Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di Sungai Citanduy, Jumat...