29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Keji! 2 Pemuda di Kota Tasik Sekap dan Perkosa Remaja Putri 15 Tahun

TASIK KOTA, ruber — Keji! Ulah dua pemuda EI, 20; dan RA, 17, yang menyekap dan memerkosa remaja putri umur 15 tahun ini Kota Tasikmalaya ini harus dapat hukuman setimpal.

Dilansir dari laman detikcom, korban sempat dilaporkan hilang selama tiga hari.

Polisi kemudian menangkap dua pemuda, yang menyekap dan memerkosa gadis belia tersebut.

Kasus bermula saat korban berkenalan dengan EI melalui teman sekolahnya.

Suatu hari, EI menjemput korban remaja putri yang baru berumur 15 tahun ini menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA:  Di Kota Tasikmalaya, Prabowo-Sandi Menang Telak

Perbuatan keji EI berlangsung ketika korban disekap di rumah kerabat RA, sejak 10 Maret 2019.

EI memerkosa korban pertama kali dengan iming iming akan diberi telepon genggam.

BACA JUGA:  Kata Pengamat Sosial soal Status Tersangka Wali Kota Tasikmalaya

Masih hari yang sama, giliran RA berbuat serupa.

“Korban ini hilang tiga hari, tahunya pas pulang itu mengeluh jadi korban kejahataan seksual. Korban diiming-iming handphone oleh pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma di laman detikcom.

Mendapat laporan orang tua remaja putri yang jadi korban, anggota Reskrim Polres Tasikmalaya langsung bergerak memburu pelaku.

Kedua pemuda durjana tersebut diringkus polisi tanpa perlawanan.

EI dikenal sebagai pria pengangguran yang sesekali bekerja sebagai sopir angkutan.

BACA JUGA:  Hilang Selama 5 Hari, Siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Sedangkan RA berstatus pelajar. Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Kami amankan pelaku untuk dimintai keterangan soal motif serta alasannya berbuat asusila,” ucapnya.

Polisi menyita barang bukti berupa sehelai kaus lengan panjang hitam serta satu celana panjang.

BACA JUGA:  Hilang Selama 5 Hari, Siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Korban menjalani visum guna melengkapi bukti. Korban syok akibat peristiwa tersebut.

Polisi berkoordinasi dengan lembaga terkait guna penanganan medis dan psikologis remaja putri yang jadi korban. red

ilustrasi/net

SUMBER: detikcom

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles