Monday, 25 May 2020

Kapten Persib: Penghentian Liga Indonesia Tahun Ini Lebih Berat dari 2015

Baca Juga

Ponpes Nurul Firdaus Ciamis, Optimalisasi Santri Berprestasi

CIAMIS, ruber.id -- Selain berkomitmen untuk menjasi pondok pesantren (Ponpes) unggulan dan modern, Ponpes Nurul Firdaus juga turut berperan di tengah masyarakat, khususnya di dunia...

Pertama dalam 30 Tahun, 30 Ribu Guru di Los Angeles Mogok Kerja Tuntut Tiga Hal Ini

ruber -- Lebih dari 30 ribu guru-guru sekolah publik di Los Angeles, Amerika Serikat melakukan aksi mogok kerja masal. Aksi ini dilakukan untuk menuntut kenaikan gaji, pengurangan...

Menang Versi Lembaga Survei, Ratusan Relawan Jokowi di Pangandaran Cukur Kepala Sampai Botak

PANGANDARAN, ruber -- Ratusan relawan Jokowi di Kabupaten Pangandaran menggelar aksi botak kepala di Bundaran Patung Ikan Marlin, Kamis (18/4/2019). BACA JUGA: Tiga TPS di...

Anggota DPRD Pangandaran Didominasi Lulusan S1

PANGANDARAN, ruber.id -- Sebanyak 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat telah resmi dilantik beberapa waktu lalu. Dari total 40 anggota...

SPORT, ruber.id – Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir menilai penghentian kompetisi tahun ini lebih berat dibanding tahun 2015.

Diketahui, pada tahun 2015, Liga 1 terhenti akibat sanksi dari FIFA.

Sementara kompetisi tahun ini dihentikan sementara karena pandemi corona.

Dilansir ruber.id dari situs resmi klub, Persib.co.id, Supardi mengaku masih mengingat betul bagaimana beratnya penghentian kompetisi liga tahun 2015 silam.

Supardi menilai, dihentikannya kompetisi liga tahun ini tidak hanya memukul dunia sepakbola, tapi juga menyerang berbagai sendi kehidupan.

“Sebagai pemain sepakbola profesional, tentunya sedih harus menerima kenyataan penghentian liga ini. Meski berat, kami harus tetap jalani.”

“Penghentian liga untuk kedua kalinya ini lebih berat. Tapi yang harus diingat, di balik musibah ini ada hikmah yang baik,” katanya di situs resmi klub.

Supardi yang ikut mengantar Persib Bandung merengkuh gelar juara ISL 2014 ini, mendukung penghentian sementara kompetisi liga di Indonesia ini.

Sebab, kata Supardi, keselamatan dan kesehatan banyak orang harus lebih diprioritaskan.

Supardi berharap, pandemi COVID-19 ini segera berakhir, dan Indonesia bisa kembali pulih.

“Meski berat, tentunya kami pasti mendukung kebijakan pemerintah. Akan kami jalani dan semoga wabah corona ini segera berakhir,” harapnya. (R003)

BACA JUGA: Liga 1 Indonesia Dijeda karena Corona, Febri: Keselematan Orang Banyak Jauh Lebih Penting

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).

Update Corona Kota Banjar: Sudah 2 Pekan Tak Ada Tambahan Kasus Positif

BANJAR, ruber.id - Kabar baik, sudah dua pekan tidak ada tambahan kasus positif corona baru di Kota Banjar, Jawa Barat.