19.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Jepang Lirik Tenaga Kerja Indonesia, Ini Sektor yang Dibutuhkan

JEPANG lirik tenaga kerja Indonesia. ils/net

ruber — Di tengah isu krisis tenaga kerja, Jepang melirik tenaga kerja Indonesia.

Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Jepang saat ini sedang kekurangan tenaga kerja.

Penyebabnya, banyak pekerja lokal yang memasuki usia tidak produktif.

“Ke depan, Indonesia berencana menjalin kerja sama bidang ketenagakerjaan yang lebih erat dengan Jepang.”

“Mengingat Jepang saat ini perlu tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia,” kata Retno.

Retno mengatakan tenaga kerja yang dibutuhkan Jepang beragam.

BACA JUGA:  Kang Emil: Indonesia Peringkat 2 Dunia Penyumbang Sampah Plastik ke Laut

Mulai dari sektor kesehatan, pertanian, hingga perikanan.

Sejauh ini, Jepang telah menyerahkan draf memorandum kerja sama kepada Indonesia.

BACA JUGA:  Ventilator Robovan, Alat Ciptaan Universitas Gunadarma, Bantu Tenaga Kesehatan Tangani Pandemi Corona

“Pekan ini akan ada delegasi Jepang yang berkunjung ke Indonesia untuk memulai negosiasi memorandum of cooperation di bidang kerja sama ketenagakerjaan,” ucap Retno.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga telah menyetujui RUU yang memudahkan lebih banyak pekerja asing untuk bekerja di negaranya.

Kebijakan tersebut dilatarbelakangi peningkatan jumlah pekerja lokal yang memasuki usia tidak produktif, sehingga berpotensi membuat Jepang kekurangan tenaga kerja.

Kebijakan itu sempat menjadi perdebatan ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengangkat topik tersebut dalam pemilihan Kongres tahun lalu.

BACA JUGA:  Upacara Kemerdekaan RI di Kodim 0610/Sumedang, Dandim Ajak Kilas Balik Menuju Detik-detik Proklamasi

Menteri Kehakiman Jepang, Takashi Yamashita, sempat menepis pemberitaan media soal pembatasan jumlah pekerja asing yang dapat bekerja di negara tersebut nantinya.

BACA JUGA:  Kang Emil: Indonesia Peringkat 2 Dunia Penyumbang Sampah Plastik ke Laut

Media lokal sempat melaporkan terdapat 500.000 pekerja profesional yang dapat diizinkan setelah UU ini rampung di masa mendatang.

Jumlah tersebut naik 40% dari 1.28 juta pekerja asing yang kini telah membentuk sekitar 2% dari angkatan kerja di Jepang. luvi

SUMBER: cnnindonesia.com

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles