Jepang Lirik Tenaga Kerja Indonesia, Ini Sektor yang Dibutuhkan

Img
JEPANG lirik tenaga kerja Indonesia. ils/net
JEPANG lirik tenaga kerja Indonesia. ils/net

ruber¬†— Di tengah isu krisis tenaga kerja, Jepang melirik tenaga kerja Indonesia.

Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Jepang saat ini sedang kekurangan tenaga kerja.

Penyebabnya, banyak pekerja lokal yang memasuki usia tidak produktif.

“Ke depan, Indonesia berencana menjalin kerja sama bidang ketenagakerjaan yang lebih erat dengan Jepang.”

“Mengingat Jepang saat ini perlu tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia,” kata Retno.

Retno mengatakan tenaga kerja yang dibutuhkan Jepang beragam.

Mulai dari sektor kesehatan, pertanian, hingga perikanan.

Sejauh ini, Jepang telah menyerahkan draf memorandum kerja sama kepada Indonesia.

Baca juga:  Kapten Persib: Penghentian Liga 1 Lebih Berat dari 2015

“Pekan ini akan ada delegasi Jepang yang berkunjung ke Indonesia untuk memulai negosiasi memorandum of cooperation di bidang kerja sama ketenagakerjaan,” ucap Retno.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga telah menyetujui RUU yang memudahkan lebih banyak pekerja asing untuk bekerja di negaranya.

Kebijakan tersebut dilatarbelakangi peningkatan jumlah pekerja lokal yang memasuki usia tidak produktif, sehingga berpotensi membuat Jepang kekurangan tenaga kerja.

Kebijakan itu sempat menjadi perdebatan ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengangkat topik tersebut dalam pemilihan Kongres tahun lalu.

Menteri Kehakiman Jepang, Takashi Yamashita, sempat menepis pemberitaan media soal pembatasan jumlah pekerja asing yang dapat bekerja di negara tersebut nantinya.

Baca juga:  Nelayan Cina Kembali ke Natuna, Guru Besar UI: Pemerintah Perlu Lakukan Backdoor Diplomacy

Media lokal sempat melaporkan terdapat 500.000 pekerja profesional yang dapat diizinkan setelah UU ini rampung di masa mendatang.

Jumlah tersebut naik 40% dari 1.28 juta pekerja asing yang kini telah membentuk sekitar 2% dari angkatan kerja di Jepang. luvi

SUMBER: cnnindonesia.com

loading…