19.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Jasa Pelaut Indonesia di Balik Masuknya Islam ke Australia

PENGUNJUNG melihat pameran foto sejarah Islam Australia di Museum Sejarah Jakarta, Senin (15/4/2019). Republika.co.id

Islam masuk ke Australia dimulai saat persinggungan pelaut Indonesia dengan Aborijin. Begitu cerita mulanya seperti dilansir ruber dari laman Republika.co.id.

ITU terjadi sudah lebih dari empat dekade lalu. Dimana Persinggungan antara pelaut dari Indonesia dengan warga Aborijin menjadi titik awalnya.

Dalam perjalanannya, Islam di Australia berkembang menjadi komunitas multibudaya.

BACA JUGA: Selandia Baru Akan Mengheningkan Cipta 2 Menit dan Siarkan Azan di Televisi Nasional

Meski tergolong minoritas, kelompok Muslim Australia dianggap bisa berkontribusi penting dalam menangkal Islamofobia.

Tak ada yang menyangka jika bangunan beratap compang-camping ini dulunya adalah rumah ibadah.

BACA JUGA:  Liga 1 Indonesia Dijeda karena Corona, Febri: Keselematan Orang Banyak Jauh Lebih Penting
BACA JUGA:  Lagi Tren Nih, Sikat Toilet Berwujud Donald Trump

Pada 1861, bangunan berpilar kayu yang terletak di kota kecil Marree, Australia Selatan, ini adalah masjid pertama yang berdiri di Australia.

Bangunan yang kini hanya berupa replika itu dibangun oleh para pendatang dari Afghanistan dan Pakistan yang menjajakan jasa unta.

Masjid pertama boleh jadi dibangun di wilayah selatan Australia. Namun, masuknya Islam justru dimulai dari utara benua yang menjadi tetangga Indonesia ini.

“Nelayan dari Makasar yang berdagang dengan komunitas adat Australia selama era 1600-1700an (yang jadi awal masuknya Islam).”

“Sejak kolonisasi, Australia mengalami gelombang migrasi dari negara-negara Islam di dunia. Pada periode 1800an, kami kedatangan para pengembara berunta dari Afghanistan, Persia, dan Mesir yang membangun rel kereta dari Adelaide ke Darwin,” jelas Ali Fahour, CEO Museum Islam Australia (IMA) di laman Republika.co.id.

BACA JUGA:  Ventilator Robovan, Alat Ciptaan Universitas Gunadarma, Bantu Tenaga Kesehatan Tangani Pandemi Corona
BACA JUGA:  Luar Biasa! Indonesia Peringkat 4 Negara "Instagrammable", Lampaui Inggris dan Jepang

Selama 40 tahun terakhir, kata dia, Muslim dari berbagai negara di Afrika dan Timur Tengah menetap di Australia, termasuk mereka yang berasal dari negara terdampak konflik seperti Somalia, Sudan, Irak, dan Palestina.

“Sekarang ada lebih dari 600 ribu Muslim di Australia yang berasal dari 70 negara. Komunitas Muslim menjadi cerminan multikulturalisme Australia,” sebut mantan atlet footy itu.

Fahour baru saja mengunjungi Indonesia untuk meresmikan pameran foto bertajuk Boundless Plains: The Australia Muslim Connection, yang digelar di Museum Sejarah Jakarta hingga 30 April 2019.

Pameran foto itu mengungkap catatan sejarah perkembangan Islam di Australia, termasuk kaitannya dengan para pelaut Makassar yang menjalin hubungan dengan komunitas Aborijin Yolngu di utara Australia.

BACA JUGA:  Waduh, Sarjana di Indonesia Setara dengan Lulusan SMA di Denmark

Islam disebut sebagai agama yang tengah berkembang pesat di Australia dengan tingkat pertumbuhan 20%.

“Pameran ini memaparkan bahwa Australia, seperti Indonesia, memiliki kekuatan yang berasal dari masyarakatnya yang multiagama dan multibudaya,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan. Selengkapnya, klik Republika.co.id. luvi

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles