29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Islah, Kasus Oknum Guru Pukuli 9 Santriwati di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, ruber — Kasus oknum guru pukuli 9 santriwati di Kabupaten Tasikmalaya, berujung islah.

Proses islah berlangsung di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/4/2019) petang.

Isak tangis sempat warnai proses damai kasus penganiayaan sembilan santriwati oleh oknum guru ngaji Ponpes Miftahul Huda Alfaqih yang berlokasi di kawasan Gunung Tanjung.

Mereka merupakan santriwati dari Cianjur, Bandung, Karawang dan Tasikmalaya yang tengah menempuh pendidikan akhir di pesantren.

Dilansir dari laman detikcom, meski sempat melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, keluarga hanya menuntut pelaku menyampaikan permohonan maaf.

BACA JUGA:  Update COVID-19 Kota Tasikmalaya: 4 Pasien Positif Masih Dirawat, 2 Meninggal

Baca Juga :

Punya Anak Gangguan Jiwa ODD? Obati di Ponpes Nurul Firdaus Ciamis

Cara Ponpes Nurul Firdaus Ciamis Rehabilitasi Remaja Bermasalah dan Pengguna Narkotika

Selain dihadiri dua keluarga korban, momen perdamaian ini disaksikan pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Alfaqih, KPAID, MUI, Kementerian Agama, dan Pemkab Tasikmalaya.

BACA JUGA:  Niat Cari Kasih Sayang Lewat Kenalan di Facebook, 2 Siswi SMA di Tasikmalaya Ini Malah Dicabuli

“Islah ditempuh keluarga dengan syarat oknum guru ngaji minta maaf,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto di laman detikcom.

Pihaknya, kata dia, akan terus memantau psikologis para santriwati.

KPAID Kabupaten Tasikmalaya juga berkoordinasi dengan KPAID daerah asal santri.

BACA JUGA:  Niat Cari Kasih Sayang Lewat Kenalan di Facebook, 2 Siswi SMA di Tasikmalaya Ini Malah Dicabuli

“Proses islah berjalan lancar. Semua pihak legowo dengan kejadian ini dan saling memaafkan. Ini contoh yang baik. Kami tetap akan kawal psikologis korban bila dibutuhkan untuk pemulihan trauma,” ujarnya. luvi

SUMBER: detikcom

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles