28.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Generasi Muda Perlu Ingat Peristiwa Penting G30S/PKI

BERITA NASIONAL, ruber.id – Saat ini sebagian masyarakat tidak tahu peristiwa penting sejarah Indonesia, padahal banyak yang harus diingat, apalagi oleh generasi muda. Misalnya saja peristiwa Gerakan 30 September atau yang biasa dikenal dengan nama G30S/PKI.

Sesuai dengan namanya, peristiwa ini terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta dan Yogyakarta. Saat itu, enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta.

Dikutip dari laman detikcom, berikut kronologi peristiwa G30S beserta sejarah dan kisah singkat pasca kejadian tersebut:

Sejarah Singkat G30S/PKI

G30S/PKI merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Saat itu, gerakan di bawah pimpinan DN Aidit yang merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

BACA JUGA:  Melihat Prosesi Jamasan, Ngumbah Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo

Kemudian, pada 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yang merupakan anggota Cakrabirawa (pasukan pengawal Istana) memimpin pasukan yang dianggap loyal pada PKI.

BACA JUGA:  Siap-siap, BPJS Kesehatan Tidak Lagi Gratis 100 Persen, Berikut Skema Urun Biayanya

G30S mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Dalam gerakan itu, tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya, sementara lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya. Selang beberapa hari, jenazah ketujuh perwira TNI AD itu ditemukan.

Pejabat Tinggi yang Menjadi Korban

Berikut ini enam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam peristiwa ini:

– Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
– Mayor Jenderal Raden Soeprapto
– Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
– Mayor Jenderal Siswondo Parman
– Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
– Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo

BACA JUGA:  Siap-siap, BPJS Kesehatan Tidak Lagi Gratis 100 Persen, Berikut Skema Urun Biayanya

Sedangkan, Panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama berhasil meloloskan diri. Namun, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak dan ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean diculik serta ditembak di Lubang Buaya.

Usai peristiwa itu, keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Dan, sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

BACA JUGA:  Sejarah Panjang Perjalanan Bus Medal Sekarwangi, dari Hasil Bumi Lahirlah Bis Peristiwa

Bukan hanya enam perwira tersebut, beberapa orang lainnya juga menjadi korban pembunuhan di Jakarta dan Yogyakarta, yakni:

– Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
– Kolonel Katamso Darmokusumo
– Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto

Pasca-Kejadian

Usai peristiwa G30S/PKI rakyat menuntut Presiden Sukarno untuk membubarkan PKI. Presiden Sukarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk membersihkan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI.

BACA JUGA:  Ini Alasan Mengapa Jabar Lebih Diminati Investor Dibandingkan DKI Jakarta

Mayjen Soeharto bergerak dengan cepat. Partai di bawah pimpinan DN Aidit itu dinyatakan sebagai penggerak kudeta dan para tokohnya diburu serta ditangkap. DN Aidit yang sempat kabur ke Jawa Tengah juga berhasil ditangkap.

Selain itu, anggota organisasi yang dianggap simpatisan atau terkait dengan PKI juga ditangkap. Yakni Lekra, CGMI, Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia, Gerakan Wanita Indonesia dan lain-lain.

Pada saat itu, berbagai kelompok masyarakat juga menghancurkan markas PKI yang ada di berbagai daerah. Bahkan, mereka juga menyerang lembaga, toko, kantor dan universitas yang dituding terkait PKI.

BACA JUGA:  Melihat Prosesi Jamasan, Ngumbah Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo

Sekitar akhir tahun 1965, diperkirakan sekitar 500.000 hingga satu juta anggota dan pendukung PKI diduga menjadi korban pembunuhan, sedangkan ratusan ribu lainnya diasingkan di kamp konsentrasi. (detikcom)

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles