Thursday, 2 Jul 2020

Geger Bocah asal Tanjungkerta Sumedang Disunat Jin, Ini Kata Dokter

Baca Juga

Akhmad Buhaiti: Pendidikan Islam Harus Dikelola Lebih Bermutu

PANGANDARAN, ruber - Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Akhmad Buhaiti terpilih jadi pengurus Asosiasi Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perma Pendis)...

Tokoh Masyarakat Sumedang Tolak Aksi Kekerasan Jelang Sidang MK

SUMEDANG, ruber - Jelang sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), 14 Juni 2019, tokoh masyarakat di Sumedang terus menyerukan menolak...

Pemprov Jabar akan Kembangkan Tahura Jadi BLUD

BANDUNG, ruber - Pemprov Jabar mendorong Taman Hutan Raya (Tahura) mrnjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah ini merupakan upaya pengembangan Tahura yang ada...

Dikira Singkong, Petani di Ciamis Ternyata Pegang Mortir Peninggalan Belanda

TAMBAKSARI, ruber.id - Petani di Dusun Samarang, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat tak mengira apa yang ditemukannya mortir aktif peninggalan...

TANJUNGKERTA, ruber.id – Beberapa waktu lalu, warga Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat dihebohkan kejadian bocah yang disunat jin.

Diketahui, bocah tersebut yaitu Muhammad Rapa Aksa Putra Ramadhan, 3.5 tahun.

Baca berita sebelumnya: Balita asal Tanjungkerta Sumedang Disunat Jin, sang Ibu Sempat Lihat Kakek Tua Berbaju Putih

Ternyata, apa yang dialami bocah asal Dusun Cisegel RT 03/04, Desa Kertaharja, Tanjungkerta, Sumedang, ini juga terjadi di Solo.

Tapi, kejadian di Solo, kondisi kemaluan bocah tersebut dapat dikembalikan seperti semula oleh dokter di RSUD Surakarta.

Istilah disunat jin sendiri hanya mitos yang berkembang di tengah masyarakat, menyikapi keanehan yang terjadi pada perubahan alat vital anak yang belum disunat.

Namun secara medis, kejadian ini bukan merupakan peristiwa gaib.

Penyakit Paraphimosis

Dilansir ruber.id dari laman detikcom, Direktur RSUD Surakarta, dr Willy Handoko mengakui jika kejadian ini merupakan kasus yang banyak terjadi di tengah masyarakat.

“Banyak kasus seperti ini, jadi bukan disunat jin,” kata Willy di laman detikcom, 6 Febuari 2019.

Secara medis, kata Willy, kasus seperti ini merupakan jenis penyakit yang disebut paraphimosis.

Yakni, ketika kulup penis ditarik ke pangkal tapi tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula.

“Untuk penanganannya mudah. Tdak perlu operasi. Paling suntik lokal, lalu ditarik, dan dibuka,” katanya.

Kasus lainnya, kata Willy, yaitu phimosis, kebalikan dari paraphimosis.

Yakni, ketika kulup penis tidak dapat ditarik hingga ke pangkal karena lengket. (R003)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kerawanan Pilkada Meningkat, Ini Rekomendasi Bawaslu Kebumen

KEBUMEN, ruber.id - Adanya pandemi COVID-19 dinilai akan berdampak pada meningkatnya kerawanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Bawaslu Kebumen,...

Asus Rilis Laptop Baru Khusus Gamers, Ini Harga dan Spesifikasinya

GADGET & TEKNO, ruber.id - Laptop gaming Asus ROG Zephyrus G14 (GA401) resmi dipasarkan di Indonesia. Gadget G14 ini masih mengusung konsep...

Di Tengah Pandemi COVID-19, Anggota DPRD Pangandaran Tetap Serap Aspirasi Masyarakat

PANGANDARAN, ruber.id - Akibat pandemi virus Corona, aspirasi masyarakat diserap melalui kunjungan kerja (kunker) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa...

Cegah Corona, Warga Sumedang Diminta Selalu Ingat STMJ

SUMEDANG, ruber.id - Pada fase New Normal, warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diminta selalu ingat STMJ. STMJ merupakan kepanjangan...

Puluhan Personel Kodim Serang Mapolres Sumedang, Ada Apa?

SUMEDANG, ruber.id - Sedikitnya 50 personel Kodim 0610/Sumedang serbu Mapolres Sumedang, Jawa Barat Rabu (1/7/2020). Kunjungan puluhan anggota TNI...