28.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Duh, Populasi LGBT di Majalengka Kian Meresahkan

MAJALENGKA, ruber — Keberadaan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Kabupaten Majalengka kian meresahkan.

Dilansir dari laman kumparan.com, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka sempat merilis data di media sosial yang memperkirakan ada ribuan warga berperilaku atau berorientasi seks menyimpang ini

Kepala Kemenag Majalengka Yayat Hidayat menyebutkan saat ini ada 1.017 LGBT, 300 Waria, 500 PSK dan 125 di antaranya sudah HIV/Aids.

Sementara itu, Pengelola program HIV/Aids Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Majalengka Beben Badruzaman menjelaskan, sulit untuk memprediksi pergerakan dan jumlah pasti mereka yang memiliki orientasi seks menyimpang.

Sebab, kata dia, mobilitas mereka yang nomaden, serta sedikitnya tempat mangkal.

BACA JUGA:  Cegah Corona, Perbatasan Ciamis Majalengka Disemprot Disinfektan
BACA JUGA:  Ada 2.500 LSL di Sumedang, Penderita HIV/AIDS Didominasi Usia Produktif

Beben menyatakan, pihaknya sudah melakukan juga pendampingan dan edukasi bahaya seks bebas dan hubungan seks sesama jenis.

Bahkan, dia berusaha untuk membawa kembali para pelaku gay menjalani takdir sebagai lelaki normal.

“Data yang kami advokasi, jumlah LGBT mencapai 1.017 orang, waria 160 orang dan PSK pada saat tidak menjadi konsentrasi kami di PKBI,” ucapnya di laman kumparan.com.

Apalagi, kata dia, perkembangan pembangunan di Majalengka, termasuk giatnya laju industri dengan beroperasinya pabrik-pabrik, tidak menutup kemungkinan mendorong munculnya perilaku seks menyimpang yang mengakibatkan angka kasus HIV menjadi semakin besar.

Dia berharap, Pemkab Majalengka, untuk lebih berperan aktif dan memberi perhatian kepada orang terjangkit HIV.

BACA JUGA:  Reynhard Sinaga Coreng Nama Baik Daerah, Warga Kota Depok Sepakat Tolak LGBT
BACA JUGA:  Cegah Corona, Perbatasan Ciamis Majalengka Disemprot Disinfektan

Sebab, HIV/Aids yang merupakan penyakit tak kasat mata berbeda gejalanya dari penyakit lain.

Serta dorongan dana yang masih belum memadai untuk menangani kasus tersebut.

“Sementara ini masih dominasi perhatian program CSR dari luar negeri. Walaupun Alhamdulillah pada tahun ini KPA sudah berdiri dengan dibiayai dari APBD,” ucapnya. luvi

Sumber berita & foto: kumparan.com, ilustrasi bendera LGBT/net

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles