27.4 C
Indonesia
Sabtu, Juli 31, 2021
spot_img

Duh, Belasan Bocah di Garut Ketagihan Perilaku Menyimpang

GARUT, ruber.id Kasus belasan bocah lelaki di Kabupaten Garut yang diduga ketagihan perilaku menyimpang gara-gara nonton video tak senonoh diselidiki polisi.

Tim Satreskrim Polres Garut dikerahkan untuk mengungkap permasalahan tersebut.

Dilansir dari laman detik.com, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, sudah ada orang tua bocah korban melaporkan kejadian ini.

“Tim kami sedang bergerak mengusut kasus ini,” ujar Budi di laman detikcom

Belasan anak lelaki di bawah umur asal Kecamatan Garut Kota ini dikabarkan ketagihan perilaku menyimpang sesama jenis setelah dipertontonkan video tak senonoh oleh tetangga mereka.

Soal jumlah korban, berdasarkan penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, Budi membenarkan jumlahnya mencapai belasan.

BACA JUGA:  Cegah Corona, Forkopimda Garut Periksa Suhu Tubuh Penumpang Angkutan Umum
BACA JUGA:  Cegah Corona, Forkopimda Garut Periksa Suhu Tubuh Penumpang Angkutan Umum

Budi berjanji kasus ini akan terungkap dalam waktu dekat. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut dikerahkan untuk mencari titik terang kasus ini.

“Kami mohon waktu dua hari. Akan kami ungkap,” ucap Budi.

Sementara, menurut SH, ketua RW di lingkungan tempat tinggal para bocah tersebut, ada 19 orang bocah usia 12 tahunan yang menjadi korban sekaligus melakukan perilaku menyimpang.

“Jadi mereka main bola, kemudian di pinggir dipertontonkan video tak senonoh. Lama-kelamaan mereka saling mencoba satu sama lain.”

“Kalau ke saya, anak-anak terbuka. Pengakuannya memang begitu (melakukan kegiatan menyimpang).”

“Pengakuan kepada saya memang sudah lama seperti itu. Jadi mereka ketagihan. Ada yang melakukannya sejak kelas 3, sekarang sudah kelas 6 SD,” tutur SH.

BACA JUGA:  Bocah 13 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Garut
BACA JUGA:  Bersama Athifah, Komunitas Pajero Jawa Barat Santuni Ratusan Anak Yatim di Garut

Polisi memastikan menangani serius kasus ini. Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengungkapkan pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi.

“Masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Ada dua orang saksi yang diperiksa. Pertama, SH selaku RW di kawasan tempat tinggal para bocah tersebut.

Seorang lainnya adalah orang tua korban yang pada Jumat (12/4/2019) kemarin melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Sementara ada dua orang saksi. Kami memeriksa secara intensif terhadap keduanya,” katanya. luvi

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles