21.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Dieksekusi Saat Berhubungan Badan, Begini Kronologi Mutilasi Sadis Wanita ASN Asal Bandung

ILUSTRASI. net/ruang berita

ruber — Warga Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dihebohkan dengan ditemukannya potongan tubuh manusia dalam kondisi hangus, Senin (8/7/2019) petang.

Setelah melewati serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap Deni Prianto, warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis (11/7/2019) pukul 18.30 WIB, di Purwokerto.

Begini cerita lengkap dan kronologi mutilasi yang menghebohkan ini.

Bedasarkan fakta yang berhasil dikumpulkan pihak kepolisian, korban dieksekusi saat berhubungan intim dengan tersangka.

 

Di Kamar Kontrakan

Pembunuhan dan mutilasi sadis terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (7/7/2019) sore. Hal ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan dan rekonstruksi.

Korban adalah wanita yang bekerja sebagai ASN Kemenag Bandung, berinisial KW, 51. Sedangkan pelaku adalah Deni Prianto, 37.

Deni menghabisi nyawa KW di sebuah kamar kontrakan Jalan Rancamekar, Kelurahan Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung.

BACA JUGA:  Peserta Seleksi JPT Pratama di Sumedang: Ini Jadi Ajang Piknik Akademik
BACA JUGA:  Dengan Konsep Human to Human, bank bjb Latih ASN

Kanit III Reskrim Polres Banyumas Ipda Rizky Adhiyanzah mengatakan, Deni membunuh KW pada saat berhubungan badan dengan menggunakan sebuah palu.

“Palu tersebut telah dipersipakan sebelumnya oleh pelaku,” ungkap Rizky, sebagaimana dilansir dari tribunnews.com, Ahad (14/7/2019).

Pukulan dengan palu itu dikenai pada kepala korban berkali-kali, hingga meninggal. Lalu pelaku memotong-motong tubuh korban di kontrakan.

Lalu dibungkus pakai plastik berulang kali. Semua itu sudah disiapkan oleh pelaku sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kontener.

“Berapa kali (pukulan) ada banyak. Mutilasinya di bagian kepala dengan tangan, kemudian ada bagian badan, kemudian dari panggul ke kaki, jadi ada tiga bagian,” ungkap Rizky.

Pelaku sempat menyembunyikan alat bukti palu tersebut di kediaman orang tuanya. Namun, dia tidak membuangnya.

Deni sempat berbohong kepada polisi soal lokasi pembunuhan, dengan mengatakan mengeksekusi korban di kawasan Puncak, Bogor.

BACA JUGA:  Tangki Bahan Bakar Bocor, Mobil VW Combi Ludes Terbakar di Kota Bandung

Padahal, dia melakukannya di daerah Bandung.

“Tersangka bohong jika TKP-nya di Puncak, Bogor. Ternyata  di Bandung,” ungkap Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019).

Sebelumnya, tersangka mengaku bahwa korban dihabisi di tempat umum yang sepi, dengan cara menebas leher hingga terpotong.

BACA JUGA:  Tangki Bahan Bakar Bocor, Mobil VW Combi Ludes Terbakar di Kota Bandung

Bambang menyebutkan, berdasarkan pengakuan awal pelaku, setelah korban dibunuh, mayatnya diangkut menggunakan mobil milik korban.

Pelaku membuang potongan tubuh KW di dua lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen.

Kebiadaban Deni dilakukan seorang diri, dan sudah direncanakan sebelumnya.

 

Kenalan di Facebook

Pelaku dan korban berkenalan di media sosial Facebook sekitar dua bulan sebelum Lebaran. Setelah itu, mereka janjian bertemu hingga menyewa kontrakan di Jalan Rancamekar.

Dalam perkenalan itu, pelaku mengaku-ngaku sebagai petugas pelayaran di Jakarta dan berhasil mengelabui korban.

BACA JUGA:  Maksa Pakai Mobil Dinas untuk Mudik, ASN di Sumedang Bakal Disanksi

Deni pernah meminjam uang pada korban sebesar Rp20 juta.

Pelaku berjanji akan mengembalikan pinjaman pada 8 Juli. Namun saat ditagih KW, Deni tidak mengembalikan uang pinjaman. Malah menghabisi nyawa KW.

Pelaku juga berbohong dengan mengaku masih berstatus bujangan. Ketika korban minta dinikahi, pelaku bingung karena dia sudah punya anak istri.

Selain itu, Deni berhasil membujuk korban agar membawa BPKB mobil Toyota Rush pada pertemuan terakhir dengannya. Belakangan, mobil itu dijualnya. Deni diangkap saat akan mengambil uang hasil penjualan mobil milik korban.

BACA JUGA:  Peserta Seleksi JPT Pratama di Sumedang: Ini Jadi Ajang Piknik Akademik

Diketahui, pelaku adalah seorang residivis. Terakhir, kasusnya adalah penculikan mahasiswi.

Dalam kasus ini, Deni dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 365 ayat 3. Dia terancam hukuman kurungan pidana minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup. red

 

SUMBER: tribunnews.com

 

 

 

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles