21.4 C
Indonesia
Selasa, November 30, 2021

Gadis asal Bandung Jadi Korban Trafficking

BERITA NASIONAL, ruber.idPolisi mengamankan belasan gadis muda asal Bandung dari area bekas lokalisasi di Situbondo. Di antaranya ada gadis yang masih di bawah umur.

Saat ini polisi mendalami dugaan terjadinya tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking dalam kasus itu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Masykur, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan arah penyelidikan.

“Karena sangat mungkin ada unsur trafficking,” katanya, Minggu (28/7/2019).

Belasan gadis belia asal Bandung itu tiba di eks lokalisasi pelacuran Gunung Sampan. Desa Kotakan, Situbondo, sekitar sebulan yang lalu, secara bertahap.

Berdasarkan keterangan, seseorang telah mengajak mereka ke tempat ini.

Si pengajak menjanjikan pekerjaan di sebuah tempat karaoke di Situbondo, dengan gaji menggiurkan.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Bandar Psikotropika di Cadaspangeran Sumedang

Sebagian gadis dari Bandung yang jadi korban bahkan kena bujuk dengan sodoran uang hingga Rp7 juta.

Uang itu konon sebagai bentuk pinjaman tanpa bunga.

Pengembalian pinjaman itu bisa mereka cicil dari hasil kerja.

“Saya dapat pinjaman Rp7 juta. Sebagian sudah saya kirim ke keluarga untuk bayar utang.”

“Sebagian saya pakai buat keperluan sehari-hari,” kata seorang korban di Mapolres Situbondo.

“Awalnya sih ada yang ajak kerja di tempat karaoke di Situbondo. Dia tidak bilang kalau ada BO-nya (booking),” sambungnya.

Mereka baru tahu pekerjaan yang sebenarnya di tempat eks lokalisasi, setelah berada di tengah perjalanan menuju Situbondo.

Saat itu, si perekrut mengutarakan bahwa tugas gadis-gadis ini nanti tak hanya sebagai joki di tempat karaoke saja.

BACA JUGA:  Pembuat Hoaks Surat Suara Tercoblos Ditangkap

Tetapi, juga harus selalu siap melayani tamu yang mengajaknya ke dalam kamar.

“Bilangnya sudah perjalanan. Saya takut mau pulang lagi karena sudah pamit ke keluarga.”

“Lagian juga tidak punya ongkos buat pulang,” imbuh korban yang lainnya.

Setelah bekerja di eks lokalisasi pelacuran, apa yang si perekrut katakan itu ternyata benar.

Mereka gadis dari Bandung itu tak hanya bekerja di tempat karaoke.

Melainkan juga harus melayani tamu yang mengajaknya check in ke kamar.

Uang dari hasil kerja ini lalu terkumpulkan oleh salah seorang pengepul.

Selanjutnya, si pengepul menyetorkannya kepada muncikari yang menangani mereka.

“Kalau dalam gelar perkara nanti kami temukan dugaan unsur trafficking, kami akan segera terbitkan LP-nya (laporan polisi),” tutur Masykur. (Arsip ruber.id/detikcom)

BACA JUGA:  Pasis Sesau Angkatan 15 Ikuti Ceramah Reformasi Birokrasi

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles