Wednesday, 8 Apr 2020

China Temukan Obat Antivirus Corona, Goodbye COVID-19

Baca Juga

Jepang Lirik Tenaga Kerja Indonesia, Ini Sektor yang Dibutuhkan

ruber -- Di tengah isu krisis tenaga kerja, Jepang melirik tenaga kerja Indonesia. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Jepang...

Syukurlah, DPR Tolak Wacana Referendum Aceh

ruber -- DPR RI menolak dengan tegas wacana referendum yang dimunculkan oleh Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf. Dilansir ruber dari laman Kompas.com, Ketua DPR Bambang...

Mandi Bikin Segar, Tapi Ada Aturannya Lho Agar Tak Mengganggu Kesehatan Seperti Berikut Ini

ruber.id -- Mandi dipercaya dapat menyegarkan dan merepaksasi tubuh. Tentunya banyak lagi manfaat mandi yang seringkali diungkap tetapi. Namun, ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kita...

Pasar Banjarsari Ciamis Mirip Kolam Ikan, Ini Kata Pengamat

CIAMIS, ruber -- Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir di Kabupaten Ciamis mengakibatkan ruas jalan di Pasar Banjarsari Kecamatan Banjarsari tergenang. Kondisi ini,...

INTERNASIONAL, ruber.id – Peneliti China temukan obat antivirus corona atau COVID-19.

Peneliti ini pun mengajukan hak paten obat hasil eksperimen ini.

Peneliti meyakini obat antivirus ini bisa memerangi virus corona baru.

Dilansir ruber dari laman detikcom, Institut Virologi Wuhan saat ini tengah mengajukan permohonan penggunaan obat antivirus yang dikenal dengan remdesivir ini.

Dari pernyataan yang dimuat di situs Institut Virologi Wuhan, Tiongkok ajuan hak paten obat ini sudah dilakukan sejak 21 Januari 2020.

Temuan ilmuwan China ini, menunjukkan kombinasi remdesivir, dan chloroquine ketika diuji coba ke virus corona baru di laboratorium.

Hasilnya, sangat efektif untuk memerangi COVID-19.

Berbeda dengan remdesivir yang merupakan antivirus terbaru, chloroquine adalah obat antimalaria yang dikenal sejak 80 tahun lalu.

Tiongkok, sudah bisa memproduksi chloroquine. Sehingga mereka tinggal membutuhkan paten untuk menggunakan remdesivir.

Remdesivir, saat ini dalam tahap uji klinis terhadap penderita infeksi virus corona di Tiongkok.

Kepala Staf Medis Gilead Merdad Parsey menyatakan, ada dua pasien dengan gejala infeksi COVID-19 yang parah, dirawat dengan remdesivir.

Gilead mengirimkan obat ini dalam dosis yang diperkirakan cukup untuk merawat 500 pasien.

Pasokan ini dapat ditambah jika uji klinis itu berhasil. Baca berita selengkapnya, klik di sini. (R003)

Baca berita lainnya: Labkesda Bilang Pangandaran Tak Punya Alat Deteksi Corona, Dinkes: Hanya Ada 8 RSU se Jabar

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini

INDRAMAYU, ruber.id - Memasuki tujuh hari pencarian, Kamsiah, 72, korban tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Longsor Timpa Rumah Warga di Sumedang Selatan, Sekeluarga Mengungsi

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Tebing longsor menimpa rumah warga di Dusun Kukulu RT 02/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

Kabar Baik! Bupati Garut Bakal Lunasi Utang Warganya ke Bank Emok

GARUT, ruber.id - Kabar baik datang dari Garut, Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19 atau wabah corona ini. Ya,...

Dua Warga Cianjur Hanyut di Kali Cijedil, Budi Hilang Terseret Arus

CIANJUR, ruber.id - Budi, 46, warga Kampung Salaerih, Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat tenggelam di Kali Cijedil, Selasa (7/4/2020) sore jam...

Kemenag Minta Warga Pangandaran Tunda Akad Nikah Selama Wabah Virus Corona

PANGANDARAN, ruber.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat meminta masyarakat untuk menunda rencana pelaksanaan akad nikah. Penundaan...