19.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Cerita Atun, Tukang Pijit asal Cirebon Naik Haji Setelah 13 Tahun Menabung

 

KOTA CIREBON, ruber — Atun Jaratun, 55, warga Dukuh Semar, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon tahun ini bisa menunaikan rukun Islam ke 5 tahun 2019 ini.

Cerita Atun bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Makkah cukup menginspirasi. Sebab, keseharian Atun yang hanya tukang pijit keliling.

Atun, bisa ke tanah suci Makkah pada tahun ini berkat niat dan keinginannya yang bulat.

Ini ditunjukkan Atun dengan menabung untuk ongkos naik haji selama 13 tahun.

Dilansir dari laman indamayujeh.com, tiap hari, Atun mengumpulkan pundi-pundi uang dari hasi kerja kerasnya menjadi tukang pijat keliling selama 13 tahun itu.

Atun mengaku, uang yang digunakan untuk ongkos naik haji dia kumpulkan sejak 2005 lalu.

BACA JUGA:  Liga 3 Indonesia, Perses Bungkam PSIT 3-0 di Laga Pembuka
BACA JUGA:  1092 Calon Jemaah Haji Ciamis Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Atun yang bekerja sebagai tukang pijat keliling sejak 1978 ini sudah daftar haji dari tahun 2012 lalu, dan dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada Ahad (28/7/2019), pekan depan.

Atun mengatakan, sebagai tukang pijat yang melayani pijat urut, pijat capek, pijat anak, pijat keseleo hingga pijat lulur, dijalani dengan tekun demi mengumpulkan uang untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima.

“Alhamdulillah, uang hasil memijat bisa untuk berangkat haji,” katanya di laman indramayujeh.com.

Dia merasa senang, persiapan untuk berangkat ke tanah suci pun sudah disiapkan dengan baik. Mulai dari pakaian, makanan, obat-obatan, dan lainnya.

“Saya sudah siap lahir dan batin mengikuti ibadah haji di Makkah,” ujarnya.

BACA JUGA:  [ruberTV] Abah Uja, Calon Jamaah Haji Tertua asal Sumedang Berangkat Hari Ini
BACA JUGA:  Bocah asal Kota Cirebon yang Terpeleset saat Mancing Ditemukan

Dia menyatakan, satu hari bisa memijat hingga delapan orang dewasa. Setelah selesai memijat biasanya dia juga berjualan jajanan pasar khas Cirebon keliling kampung.

“Saya dapat keahlian pijat dari nenek. Kalau selesai memijat, jualan kue keliling pakai sepeda,” urainya.

Sementara, Kepala Kemenag Kota Cirebon Moch Mulyadi mengatakan, Kota Cirebon masuk dalam kloter 74. Sementara untuk satu kloter terdiri dari 410 jemaah.

“Untuk Kota Cirebon sendiri saja ada 331 jemaah haji, jadi nanti dapat tambahan 70 jamaah haji dari Bekasi dan 2 dari Kabupaten Cirebon. Proses keberangkatan tidak ada masalah, semua berjalan dengan baik,” katanya. luvi

Sumber berita & foto: indramayujeh.com

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles