Jual Beli Jabatan, Bupati Kudus Tamzil Terancam Hukuman Mati

  • Bagikan
Bupati Kudus Tamzil Terancam Hukuman Mati

BERITA NASIONAL, ruber.id – Menerima suap terkait jual beli jabatan, Bupati Kudus Muhammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengingatkan agar masyarakat memilih pemimpin dengan memperhatikan rekam jejaknya.

Syarif juga mengimbau agar partai politik tidak lagi mengusung orang-orang yang punya rekam jejak yang tidak baik.

ÔÇťApalagi mantan napi korupsi. Saya pikir kini sudah saatnya kita berubah.”

“Agar hal yang sama tidak terjadi di masa yang akan datang.”

“Khususnya suap beli jabatan ini. Akhirnya kan merusak semua sistem pemerintahan kalau jual beli jabatan,” katanya.

Menanggapi pengakuan Tamzil yang menyebutkan dirinya tidak terlibat dalam perkara ini, KPK akan membuktikannya di pengadilan nanti.

Baca juga:  Aparatur Negara Harus Pahami Tindak Pidana Korupsi

Syarif juga menyesalkan perbuatan Tamzil yang terjerat kasus korupsi hingga dua kali.

“KPK akan mendiskusikan hukuman maksimal untuk Tamzil dan staf khususnya, Agus Soeranto.”

“Beliau ini residivis, bahkan yang staf ahlinya itu juga residivis. Mereka berdua kenalan di penjara.”

“Setelah keluar dari penjara, dia angkat sebagai staf ahlinya,” ucapnya.

Dengan munculnya kasus ini, Tamzil sudah kedua kali tersandung kasus korupsi.

Pada 3 tahun 7 bulan silam, Tamzil pernah terjaring KPK karena melakukan korupsi dana bantuan saran dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus untuk tahun anggaran 2004.

Saat itu, Tamzil juga menerima vonis bersalah dengan hukuman 1 tahun 10 bulan penjara. Plus denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca juga:  Korupsi Infrastruktur, KPK Amankan Dokumen Penting di Kota Banjar

Namun beruntung, Tamzil mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada Desember 2015.

Setelah itu, Tamzil mengikuti kontestasi Pilkada 2018 dan kembali meraih jabatan bupati Kudus.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi persnya menyebutkan bahwa residivis kasus korupsi bisa terkena vonis maksimal hukuman mati.

“Ini sebenarnya sudah kami bicarakan pada saat ekspos, karena kalau sudah berulang kali (korupsi) bisa nanti tuntutannya sampai dengan hukuman mati,” kata Basaria. (Arsip ruber.id/detikcom)

  • Bagikan