Wali Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka Suap DAK

  • Bagikan
Suap DAK, Wali Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka KPK
KPK menyita sejumlah barang bukti di kantor Wali Kota Tasikmalaya, Rabu pagi. foto/net

BERITA TASIKMALAYA, ruber.idTerlibat kasus suap DAK, KPK menetapkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka, Rabu (24/4/2019).

Melansir dari laman sindonews, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, sejak Rabu (24/4/2019) pagi.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun membenarkan saat penggeledahan kantor wali kota itu setelah sebelumnya, KPK menerbitkan surat perintah.

Untuk memulai penyidikan (Sprindik) penetapan atas nama Budi Budiman.

Sebagai tersangka pemberi suap kepada terpidana Yaya Purnomo, vonis 6 tahun, 6 bulan penjara.

Selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Baca juga:  BPBD dan Pecinta Alam Tasikmalaya Siaga Hadapi La Nina

“Sprindik sudah ada,” tegas Agus.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Yaya Purnomo terbukti menerima suap Rp300 juta.

Selain itu, menerima gratifikasi Rp6.528.985.000, USD55.000, dan 325.000 dolar Singapura. Atau sekitar Rp3.568. 825.000.

Suap itu terkait pengurusan alokasi tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Dari APBN 2016, APBN 2017, APBN-P 2017, APBN 2018, dan APBN 2019 untuk 9 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di dalam Kota Tasikmalaya.

Majelis memastikan, seluruh uang gratifikasi yang Yaya terima tidak ia laporkan kepada KPK.

Yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan merupakan suap. (Arsip ruber.id)

  • Bagikan