KPU Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Pemilih kepada Puluhan Penyandang Disabilitas

By Taufik 01 Nov 2018, 22:00:23 WIBPolitik

KPU Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Pemilih kepada Puluhan Penyandang Disabilitas

Puluhan penyandang disabilitas memperoleh pendidikan pemilih dari KPU Kota Tasikmalaya jelang Pemilu 2019. ze/ruang berita


TASIKAMALAYA, ruber – KPU Kota Tasikmalaya menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada puluhan penyandang disabilitas di Rumah Makan Baraya Sunda, Kamis (1/11/2018).

Para penyandang disabilitas tersebut datang dari berbagai wilayah kecamatan di Kota Tasikmalaya. Mereka hadir bersama para pendampingnya. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Tasikmalaya berharap, partisipasi pemilih disabilitas dapat meningkat pada Pemilu tahun 2019.

Selain itu, pentingnya pendidikan untuk mengenalkan Pemilu 2019 kepada penyandang disabilitas. Sebab dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya, pada Pemilu 2019 secara teknis pencoblosan dianggap rumit karena terdapat lima surat suara berbeda yang akan mereka dapat.

Namun, KPU Kota Tasikmalaya belum bisa memberikan simulasi mengenai tata cara pemungutan dan penghitungan suara karena PKPU tentang hal itu masih belum diterbitkan.

Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Yetti Nurhayati yang membidangi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, hadir menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

Dalam pemaparan materi, Yetti mencoba untuk tidak terlalu cepat, juga mencoba untuk lebih interaktif mendengar pendapat mereka dalam memahami Pemilu itu sendiri. Bagi para penyandang tunarungu mendapatkan pendampingan agar dapat berkomunikasi dengan baik.

“Harapan ke depannya, KPU dapat melakukan kerjasama dengan organisasi penyandang disabilitas dan organisasi yang peduli terhadap penyandang disabilitas yang dapat membantu KPU Kota Tasikmalaya menyampaikan materi kepada penyandang tunarungu atau sekadar berkomunikasi dengan mereka,” klata Yetti.

KPU menginginkan informasi terkait pemilu tersebar secara merata dan menyeluruh kepada semua pihak ataupun segmen, termasuk pemilih disabilitas. Pelaksanaan pemilu juga harus memenuhi prinsip aksesibilitas bagi pemilih disabilitas.

“Dengan sosialisasi tersebut diharapkan dpt meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas serta menjamin hak-hak mereka dalam memberikan hak pilihnya,” tandas Yetti. ze

loading...



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment