Heboh Remaja Teler Pakai Air Rebusan Pembalut Wanita, Ini Kata BNN

By Anastasya 08 Nov 2018, 12:14:52 WIBNasional

Heboh Remaja Teler Pakai Air Rebusan Pembalut Wanita, Ini Kata BNN

ILUSTRASI pembalut wanita/net


ruber -- Saat ini masyarakat tengah dihebohkan dengan adanya remaja yang memanfaatkan pembalut wanita untuk teler. Mereka menggunakan air rebusannya agar dapat teler layaknya mengonsumsi narkotika.

Deputi Pemberantasan BNN Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Irjen Arman Depari menyampaikan, pihaknya dalam proses mendalami temuan tersebut. Bahkan, di Jakarta pun pengguna air rebusan pembalut ternyata juga ada.

"Tidak hanya di Jawa Tengah. Di Jawa Barat dan sekitar Jakarta juga kita menemukan bahwa ada anak-anak muda kita yang menggunakan kain pembalut wanita, yang direbus kemudian airnya diminum sebagai bahan pengganti narkoba," tutur Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018) seperti dilansir liputan6.com.

Sejauh ini, BNN mendapati para remaja yang menggunakan air rebusan pembalut wanita di antaranya di kawasan Karawang, Bekasi, dan Jakarta Timur. Mayoritas penggunanya adalah anak remaja usia tanggung.

"Menurut mereka pembalut wanita itu di dalamnya mengandung bahan-bahan psikoaktif," jelas dia.

BNN kini masih menelusuri kasus tersebut. Termasuk mencari tahu kebenaran kandungan zat psikoaktif di pembalut wanita.

"Mungkin sebagai pengawet atau bahan yang lain. Tapi ini masih perlu pendalaman dan pemeriksaan laboratoris," tutur Arman.

BNN pun akan mengkaji sisi pencegahan penyalahgunaan pembalut wanita tersebut. Pasalnya, barang tersebut masuk dalam kategori legal dan mudah didapat di pasaran.

"Ini yang akan kita lakukan pemeriksaan kembali. Kalau misalnya di situ ada pelanggaran hukum atau memang ada ketidaksengajaan, itu memang berbeda cara penanganannya," jelas Arman.

Namun, lanjut dia, kalau pelanggaran hukumnya sudah ada dalam UU kita, maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan.

"Tapi, kalau itu ketidaksengajaan dan ketidaktahuan, maka barangkali kita akan lebih mengutamakan pencegahannya," ujar Arman. tasya

Sumber: Liputan6.com

loading...



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment