Hari ke 8 Pencarian, Basarnas Evakuasi 164 Kantong Jenazah

By aminullah 05 Nov 2018, 21:53:08 WIBNasional

Hari ke 8 Pencarian, Basarnas Evakuasi 164 Kantong Jenazah

BASARNAS saat jumpa pers, Senin malam. iqbal/ruang berita


JAKARTA, ruber -- Hari ke delapan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, di perairan Karawang, Tim SAR kembali mengevakuasi 26 kantong jenazah ke Posko Terpadu, di JITC Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (5/11/2018) Jam 20.00 WIB.

Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi melalui Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, setelah diberi label oleh tim DVI, seluruh jenazah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

"Di lapangan, kami masih bersemangat, bersinergi, dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi SAR untuk menemukan saudara-saudara kita yang menjadi korban," ujarnya saat konferensi pers.

Sebelumnya, Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) menegaskan, operasi SAR diperpanjang selama tiga hari.

Ini dilakukan, kata Nugroho, setelah mengevaluasi menyeluruh dan koordinasi bersama seluruh stakeholder serta melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan.

"Kami kerahkan seluruh daya dan upaya kami dengan didukung peralatan yang canggih. Sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan, serta doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR dapat segera kami tuntaskan," katanya.

Nugroho menuturkan, operasi pencarian masih pada prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B.

Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara, sektor 1B mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS).

Di 2 sektor ini, pencarian dilakukan pada radius 250 meter dengan mengerahkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya.

Selain itu, spot atau titik-titik penyelaman sebelumnya sudah pasti dan terlihat dari citra atau gambar ROV.

Nugroho menyebutkan, Basarnas membagi tim penyelam secara rinci dan detail, mengingat operasi bawah air tersebut cukup beresiko.

Sedangkan Prioritas 2, lanjut Nugroho pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan puluhan kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan.

"Tidak hanya itu, tim yang berada di Posko Aju Tanjung Pakis juga melakukan penyapuan dan penyisiran di sepanjang perairan tersebut," ungkapnya.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng-Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat dengan personal on board (POB) sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. muhammad iqbal

loading...



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment