Fenomena Mabuk Rebusan Air Pembalut karena Coba-coba

By Anastasya 09 Nov 2018, 08:58:51 WIBNasional

Fenomena Mabuk Rebusan Air Pembalut karena Coba-coba

ILUSTRASI pembalut/net


JAKARTA, ruber  -- Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) menilai maraknya fenomena remaja mabuk dengan air rebusan pembalut dikarenakan sifat remaja yang sering coba-coba. 

Bahkan, hasil coba-coba itu bisa dilakukan dengan mencampur lagi air rebusan pembalut dengan zat lainnya. 

"Ini sebenarnya macam-macam, mereka biasanya coba-coba misalnya obat ini, obat ini mereka campurkan, lalu mereka mendapatkan reaksi yang bagaimana nggak ada, berarti itu termasuk yang mereka coba mereka dapat fly, berkhayal, mimpi, dan ini menjadi akhirnya dikonsumsi masal oleh anak-anak," kata Presidium Nasional FOKAN, Jefri Tambayong saat dihubungi, Kamis (8/11/2018) malam seperti dilansir dari detik.com. 

Jefri mengaku telah menelusuri pengguna air rebusan pembalut itu. Rata-rata, kata Jefri, yang mengonsumsi air rebusan pembalut itu anak jalanan. Alasannya, karena pembalut merupakan barang yang mudah didapat. 

"Dari yang saya telusuri anak-anak jalanan, tapi tidak juga sedikit anak yang sekolah. Tapi mereka biasanya, mereka itu ingin coba-coba. Tapi yang ingin mencoba ini pasti anak yang sudah terkena narkoba sebelumnya misalnya PCC, aibon, ganja, narkoba yang lainya. Mereka cari alternatif ketika barang yang biasa mereka dapati sulit dicari," ungkapnya. 

Namun, apakah air rebusan pembalut itu mengandung zat adiktif? Dia mengaku lebih baik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BNN.

"Kalau dari anak-anak yang saya bina sih bilangnya itu memabukkan. Saya belum meneliti secara adiktifnya. Feeling saya sih pasti ada, kalau nggak bahan kimia, atau pengawetnya di softex tersebut, tapi saya nggak tahu secara jelas, pak Arman Depari bilang BNN akan masih meneliti di labnya, terutama anak-anak ini nggak bisa di tangkap karena ini kan dijual umum bebas, paling juga direhabilitasi," ujarnya. tasya

Sumber: Detik.com

loading...



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment