Dibilang Anjing dan Kafir, Cabup Sumedang laporkan Debt Collector Mabuk ke Polisi

By aminullah 12 Okt 2017, 17:17:17 WIBSumedang

Dibilang Anjing dan Kafir, Cabup Sumedang laporkan Debt Collector Mabuk ke Polisi

SELAIN diduga melakukan pelecehan seksual terhadap SPG minuman ringan, debt collector bernama Anton (baju putih) yang mengaku bernama Huares ketua Debt Collector se Jabar ini juga melakukan perbuatan tidak menyenangkan di muka umum kepada Euis MS. ist/ruang berita


rasyid/SUMEDANG

BAKAL calon bupati/wakil bupati Sumedang dari Partai Demokrat Euis Mully Mulyati Sukarya melaporkan debt collector ke Polres Sumedang. 

Euis melaporkan debt collector tersebut atas perlakuan kasar/perbuatan tidak menyenangkan di muka umum, yang dilakukan oleh debt collector di depan kantor PT Summit Oto Finance, di Jalan Prabu Geusan Ulun, Nomor 69, Sumedang, Senin (9/10/2017) sore.

Euis melaporkan debt collector, di antaranya yang saat kejadian mengaku kepada Euis bernama Huares, Ketua Debt Collector se Jawa Barat.

Kejadian tersebut bermula dari adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh debt collector tersebut terhadap seorang SPG minuman ringan yang berjualan di sekitar kantor Oto Finance Sumedang. 

"Saya kaget melihat SPG itu ketakutan karena merasa sudah dilecehkan. Saya temukan dia pertama kali sedang menangis," ujarnya usai melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Sumedang, Kamis (12/10/2017).

Merasa iba dengan yang dialami SPG tersebut, Euis MS mencoba untuk membela dengan meminta pelaku untuk meminta maaf kepada SPG minuman tersebut. 

Namun ketika diminta, debt collector berwajah garang berkulit hitam yang diduga tengah mabuk itu justru malah menyerang Euis MS.

"Saya konfirmasi kepada yang bersangkutan dengan baik-baik. Tapi dia malah marah-marah. Yang membuat saya tidak nyaman itu, keluar kata-kata yang menyebut saya kafir dan anjing," tuturnya.

Dengan cara melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, Euis berharap bisa memberi efek jera terhadap oknum-oknum premanisme tersebut. 

"Ini tidak boleh terjadi lagi di sini. Langkah hukum saya ini ingin memberikan efek jera. Agar tidak berbuat senonoh kepada masyarakat Sumedang. Saya hanya meminta mereka ada permohonan maaf kepada SPG itu, masyrakat khususnya kepada saya," sebutnya.

Sementara, menurut informasi yang berhasil dihimpun ruber.id, debt collector tersebut bukan bernama Huares, namun bernama Anton. Terkait identitasnya tidak diketahui karena menurut informasi tinggal di beberapa tempat di Sumedang.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Dede Iskandar membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Benar hari ini kami terima laporannya. Dan akan segera kami proses," katanya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment