Pimpinan Pesantren dan Guru Diduga Cabuli 15 Santri

Pimpinan Pesantren dan Guru Diduga Cabuli 15 Santri
Foto ilustrasi internet.

BERITA NASIONAL, ruber.id – Bejat nian jika ini benar terjadi, Pimpinan pondok pesantren dan guru di Lhokseumawe, Aceh diduga melakukan pencabulan terhadap 15 santrinya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan ini.

Menurutnya, perbuatan ini dilakukan oleh pimpinan pesantren berinisial AI, 45, dan seorang guru berinisial MY, 26, ini.

Saat ini, kedua pelaku bejat ini telah pihaknya tangkap.

Kasus terungkap, berawal dari laporan orang tua santri ke Mapolres Lhokseumawe, pada 29 Juni 2019 dan 6 Juli 2019.

“Jadi ada dua laporan terhadap kasus pelecehan seksual itu,” katanya.

Dia menyebutkan, pelecehan itu berupa oral seks yang pimpinan dan guru pesantren ini minta kepada para murid yang menjadi korbannya.

Baca juga:  Bondet Meledak di Pasuruan, 2 Tewas dan Sejumlah Rumah Rusak

Mayoritas santri yang jadi korban adalah anak di bawah umur, berusia 13-14 tahun.

Sejauh ini, kata dia, baru ada 15 santri yang teridentifikasi menjadi korban.

Namun, yang sudah diperiksa itu lima orang.

“Kita belum tau apa motifnya, tersangka sampai sekarang pun belum mengaku,” sebutnya.

Dia menjelaskan, pelecehan seksual itu terjadi sejak September 2018, hingga tersangka ditangkap tiga hari lalu.

“Peristiwa itu terjadi, di kamar pimpinan pesantren.”

“Caranya, pimpinan meminta santri membersihkan kamar atau tidur di kamar pimpinan. Di sanalah peristiwa itu terjadi,” katanya.

Dia mengimbau seluruh orangtua santri melaporkan kasus itu jika anaknya menjadi korban dari guru pesantren bejat itu.

“Kami imbau bagi keluarga santri, jika anaknya menjadi korban silakan lapor. Kasus ini terus kami dalami,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Jabar dan Dubes Inggris Bahas Penggunaan Energi Baru Terbarukan

Sumber berita & foto: Tribunnews