Bawaslu Pastikan Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoaks

Bawaslu Pastikan Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoaks

BERITA POLITIK, ruber.idAnggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja memastikan, temuan surat suara. Yang tercoblos di Malaysia bukan merupakan informasi hoaks.

Meski demikian, Bawaslu tetap akan meneliti lebih lanjut temuan di Selangor, Malaysia tersebut.

Melansir dari laman Republika, Bawaslu juga menyelidiki apakah surat suara itu asli atau bukan.

“Dari perbincangan yang ada ini, dan laporan yang ada ini bukan hoaks.”

“Tapi kan harus kita teliti surat suaranya asli atau tidak, apakah memang surat suara dari KPU atau bukan. Kemudian, di mana kejadiannya.”

“Kan ada beberapa video, ada yang lagi nyoblos, itu dari pengawas yang sama atau tidak. Atau yang berbeda harus kita teliti lagi,” jelas Bagja.

Baca juga:  Debat Pilpres 2019 Bikin Penasaran, Ini Ragam Tanggapan Warga Sumedang

Bagja melanjutkan, saat ini tim Bawaslu sedang meneliti temuan tersebut.

Selain itu, kata Bagja, sejumlah pihak sedang Bawaslu klarifikasi di Panwaslu Luar Negeri di Malaysia.

Menurut Bagja, Panwaslu Luar Negeri di Malaysia sudah melaporkan temuan ini ke Bawaslu RI.

Namun, data konkret tentang berapa jumlah temuan surat suara yang tercoblos belum pasti.

“Kami sedang melakukan pleno, kita tunggu tindak lanjutnya.”

“Apakah masih kondusif atau tidak, pemungutan suara di Malaysia,” tambah Bagja.

Sebelumnya, beredar video tentang penggerebekan lokasi tempat penyeludupan surat suara pos. Di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia.

Dalam video tersebut, ada yang menyebut bahwa surat suara Pilpres sudah tercoblos. Untuk pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga:  Ulama Muda Ciamis Deklarasi Dukung Paslon 01

Selain itu, surat suara Pileg untuk Partai Nasdem dengan caleg Nomor urut 3, dengan nama Achmad juga sudah tercoblos.

“Barang-barang sudah tercoblos di Malaysia Selangor. Sudah tercoblos 01, Partai Nasdem Nomor 5, calegnya Nomor urut 3 namanya Ahmad.”

“Kami harap, KPU Indonesia membatalkan semua urusan tentang DPL Malaysia dari hari ini sampai tanggal 14 (April).”

“Kalau tidak, kami akan duduki KBRI,” ujar seorang pria dalam video tersebut. Sambil memperlihatkan surat suara yang sudah tercoblos.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar, mengatakan pihaknya akan meminta proses pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan.

Sebab, Bawaslu menemukan kecurangan berupa adanya penyelundupan surat suara dan surat suara yang telah tercoblos.

Baca juga:  Pesan Helma untuk Kaum Milenial dan Perempuan Kota Tasikmalaya: Memilih Itu Keren!

Menurut Fritz, temuan boks berisi surat suara dan surat suara yang tercoblos di Malaysia benar dan bukan informasi hoaks.

“Benar (temuan itu). Panwaslu Kuala Lumpur sebagai penemu dan kami well informed.”

“Kami meminta KPU, melakukan evaluasi kinerja. Sebab terbukti PPLN tidak melaksanakan tugas dengan benar,” ujar Fritz.

Penulis: Arsip ruber.id/Sumber: Republika