Apa itu Zakat Mal? Inilah Cara Menghitung dan Membayarnya!

Zakat Mal, Cara Menghitung dan Membayarnya
Foto ilustrasi from Pixabay

KOPI PAGI, ruber.id – Penting untuk memahami bagaimana salah menghitung zakat. Alasan untuk ini adalah bahwa masalah zakat yang salah berarti kita sedang mensucikan harta kita.

Dengan salah mengeluarkan zakat, kita juga membantu orang yang kurang mampu. Tapi bagaimana salah menghitung zakat, inilah penjelasannya.

Apa itu Zakat Mal?

Menurut penjelasan baznas.go.id, zakat maladalah zakat yang dipungut atas harta benda yang perolehannya tidak bertentangan secara materil dengan ketentuan agama.

Zakat Mal terdiri dari simpanan harta seperti uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, perdagangan harta benda, hasil pertambangan atau hasil laut, penghasilan sewa harta benda, dan lain-lain.

Selain itu, zakat mal dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu, zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya: zakat yang dikenakan atas emas, perat, dan logam lainnya yang sudah mencapai nisab dan haul.

Zakat atas uang dan surat berharga lainnya: zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, serta surat berharga yang sudah mencapai nisab dan haul.

Baca juga:  Kisah Hantu Bejo, di Stasiun Radio Malabar Bandung

Kemudian, zakat perniagaan: zakat yang dikenakan atas usaha perniagaan yang sudah mencapai nisab dan haul.

Lalu, zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan: zakat yang dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan, dan hasil hutan saat panen.

Selanjutnya, zakat peternakan dan perikanan: zakat yang dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang sudah mencapai nisab dan haul.

Kemudian, zakat perindustrian: zakat atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa.

Lalu, zakat pendapatan dan jasa: zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran.

Zakat ini, dikenal sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.

Kemudian zakat rikaz: zakat yang dikenakan atas harta temuan yang kadar zakatnya 20%.

Cara Menghitung Zakat Mal

Cara menghitung Zakat mal dapat dilakukan dengan menggunakan rumus 2.5% x jumlah harta yang disimpan selama 1 tahun. Misalnya, pada 1 Januari 2022, Anda memiliki 200 gram emas.

Baca juga:  Sejarah Panjang Perjalanan Bus Medal Sekarwangi, dari Hasil Bumi Lahirlah Bis Peristiwa

Jadi nisab harta berupa emas adalah 2,5%. Oleh karena itu, jumlah Zakat Mal yang harus Anda bayarkan adalah sebagai berikut:

Zakat Mal = Emas x Nisab
Zakat Mal = 200g x 2,5% = 5g
Jadi waktu zakat yang harus dikeluarkan adalah 5g atau setara dengan Rp 4.690.495 (harga 1 gram emas = Rp 938.099).

Selain perhitungannya sendiri, BAZNAS saat ini juga memiliki kalkulator zakat yang dapat membantu Anda menghitung zakat online yang salah. Kalkulator zakat dapat diakses melalui tautan https://baznas.go.id/kalkulatorzakat.

Bagaimana Cara Membayar Zakat Mal?

Setelah Anda menghitung zakat yang salah untuk dibayarkan, Anda dapat segera membayar zakat, lebih baik membayarnya melalui lembaga amil resmi.

Seperti BAZNAS agar penyaluran zakat tidak terhenti hanya untuk konsumsi orang-orang yang berhak zakat.

Baca juga:  KAMMI Minta Baznas Garut Bantu Biaya Operasi Bocah Tanpa Anus

Kemudian, BAZNAS menghimpun dan mengelola zakat, yang diwujudkan dalam berbagai program penyaluran dan pemberdayaan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Anda juga bisa menggunakan berbagai marketplace seperti blibli untuk menyalurkan zakat Anda.

Kelebihan melalui blibli.com adalah, Anda bisa memilih berbagai Lembaga yang Anda percayai untuk menyalurkan zakat.

Jadi tidak ada alasan lagi Anda tidak memenuhi kewajiban. Karena kini cara bayar zakat mal bisa dimana saja.

Syarat Zakat Mal

Merujuk pada website Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berikut beberapa syarat penting Zakat Mal yang harus Anda ketahui.

Harta yang dikenakan zakat harus memenuhi syarat sesuai ketentuan dalam Islam memenuhi Syariah.

Syarat harta yang dikenai Zakat Mal: dimiliki sepenuhnya, halal, nisab dan haul.

Kemudian, syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa serta zakat rikaz.