Apa Itu Vaksin HPV yang Akan Diberikan Gratis di 2022? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Vaksin HPV yang Akan Diberikan Gratis di 2022, Berikut Penjelasannya
Foto ilustrasi from Pixabay Istockphoto

JAKARTA, ruber.id – Program vaksin kanker serviks atau Human Papilloma Virus (HPV) bakal diberikan gratis kepada masyarakat mulai 2022.

Hal itu dipastikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurut Budi, program ini gratis, dibiayai oleh negara.

“(Mulai) tahun ini,” ujar Budi di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/4/2022), melansir dari Kompas.com.

Program ini dilakukan sebagai tindakan preventif dan promotif pemerintah dalam penerapan kebutuhan kesehatan dasar.

“Kami akan wajibkan vaksinasi kanker serviks, untuk mencegah agar tidak terkena kanker di ujung nanti. Jadi lebih baik kita melakukan pencegahan agar hidup lebih produktif,” ujar Budi ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Budi menjelaskan, salah satu alasan memasukkan imunisasi HPV dalam daftar program imunisasi rutin lantaran kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling banyak membuat perempuan Indonesia meninggal dunia.

Baca juga:  Ribuan Pelajar SMA, SMK dan SLB di Jabar Ikuti Ceramah Kebangsaan

Lalu, apa itu vaksin kanker serviks (HPV) dan mengapa hal itu sangat penting?

Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah, dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG-KFER mengatakan, HPV adalah virus yang dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, salah satunya leher rahim.

Menurut dia, virus HPV memang dapat menyebabkan kanker, tergantung pada subtipenya.

“Ada 100 sub-tipe HPV yang digolongkan menjadi high-risk HPV, yang bisa menyebabkan kanker; serta golongan low-risk HPV, yang tidak menyebabkan kanker namun menyebabkan infeksi kutil kelamin,” ujar Yassin ketika dihubungi Minggu (19/9/2021).

Di Indonesia, lanjut Yassin, kategori virus yang termasuk high risk yakni subtipe 16-18. Sedangkan kategori virus yang termasuk low risk adalah subtipe 6-11.

Baca juga:  Guru TK Non-PNS di Pangandaran Minta Disejahterakan

Salah satu cara untuk mencegah terpapar virus tersebut, para perempuan sebaiknya mendapatkan vaksin HPV.

Pasalnya, virus HPV berisiko menjangkit pada orang yang berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual.

Karena itu, penting bagi perempuan melakukan perlindungan secara primer (dengan vaksin), dan sekunder (dengan tidak melakukan hubungan seksual pada banyak orang).

Seperti diketahui, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang mematikan dan sering kali gejalanya tidak dirasakan dan tidak disadari. Gejala biasanya baru dirasakan ketika sudah stadium lanjut.

Inilah yang menyebabkan angka kematiannya cukup tinggi, karena penanganannya terlambat.

Oleh karena itu, Yassin mengimbau kepada masyarakat untuk memahami langkah pencegahan terbaik yang bisa dilakukan sebelum penyakit tersebut mencapai stadium lanjut.

Baca juga:  Seniman Tasikmalaya: Pandemi Jadi Ajang Aktualisasi Kreativitas

“Pada kanker serviks itu perjalanannya enggak tiba-tiba jadi kanker, 90 persen penyebab dari kanker serviks itu HPV yang high risk, itu subtipe 16-18,” ujar Yassin.

“Jadi, salah satu cara pencegahan terjadinya kanker serviks adalah memberikan vaksinasi, kekebalan pada virus ini,” lanjut dia.

Pada usia berapa perempuan bisa divaksin HPV?

Menurut Yassin, vaksinasi HPV disarankan sedini mungkin bagi perempuan atau sekitar usia 9-10 tahun.

Karena, kanker serviks membutuhkan waktu sekitar 7-15 tahun di dalam tubuh manusia untuk berkembang.

Jadi, sejak virus itu masuk, penderitanya tidak langsung merasakan sakit.

“Virus itu menyebabkan perubahan yang namanya lesi pra-kanker. Itu ada perubahan-perubahan sel pada rahimnya yang mengarah kepada kanker, tapi itu bukan kanker, baru pra kanker,” jelas Yassin. (R004)