Rabu, 12 Agu 2020

Alasan Kenapa Kamu Wajib Pakai Masker di Tengah Wabah Corona

Baca Juga

Rumah Semi Permanen di Cisarua Sumedang Ludes Terbakar

CISARUA, ruber.id - Rumah semi permanen di Dusun Cicelot RT 04/01, Desa/Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang ludes terbakar. Kobaran api...

Sepi Peminat, dari 970 Kuota P3K untuk Sumedang, Hanya 711 yang Daftar

SUMEDANG, ruber -- Rekrutment Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sepi peminat. BACA JUGA: Honorer K2 Pangandaran Tidak Semuanya Bisa Ikut P3K, Ini Alasannya Dari 970...

PMI Jabar Gunakan Gunners Semprotkan Disinfektan di Kawasan Wisata Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Obyek wisata Pantai Pangandaran dan sejumlah fasilitas umum disemprot cairan disinfektan menggunakan kendaraan jenis Gunners milik PMI Jawa Barat,...

Unsur dan Elemen Masyarakat Sumedang Siap Sukseskan Pelantikan Presiden Terpilih

Unsur dan Elemen Masyarakat Sumedang Siap Sukseskan Pelantikan Presiden Terpilih SUMEDANG, ruber.id -- Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Infanteri Parwito mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Sumedang...

TIPS & GAYA HIDUP, ruber.id – Badan Kesehatan Dunia atau WHO mewajibkan penggunaan masker di tengah wabah virus corona.

Pemerintah pun telah mewajibkan penggunaan masker ini, termasuk penggunaan masker kain.

Dilansir ruber.id dari republika.co.id, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pemerintah pusat telah mengumumkan pentingnya semua warga memakai masker.

Tujuan dari pemakaian masker ini tak lain untuk mencegah penyebaran dam penularan COVID-19.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyatakan kewajiban untuk mengenakan masker ini sesuai rekomendasi dari WHO.

“Sesuai rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua masyarakat menggunakan masker,” ucapnya.

Masyarakat, kata Yurianto, bisa memakai masker kain sebagai upaya pencegahan.

Untuk masker bedah dan masker jenis N95 sendiri, lanjut Yurianto, hanya untuk petugas medis.

Masih di situs republika.co.id, saran masker medis diprioritaskan bagi petugas kesehatan.

WHO juga membuka pintu bagi penggunaan masker buatan sendiri.

Atau penutup mulut lainnya, yang lebih luas sebagai cara untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Seorang pejabat senior WHO menjelaskan, dimungkinkan penularan virus corona ini terjadi melalui udara.

Diketahui, COVID-19 saat ini telah menginfeksi tidak kurang dari 1 juta orang, dan membunuh 50.000 warga di seluruh dunia, sejak kemunculannya di China, pada Desember, lalu.

Akan tetapi, pejabat WHO ini juga menyakini jika pendorong utama pandemi corona yakni orang sakit yang sakit batuk atau bersin yang kemudian memapar permukaan/orang lain.

Kenapa Wajib Pakai Masker?
Studi terbaru mengarahkan semua orang termasuk warga yang sehat perlu memakai masker untuk mencegah penularan infeksi COVID-19.

Hasil studi terbaru Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat menjelaskan, virus corona dapat menular melalui percakapan/pernapasan normal.

Kesimpulan dari studi ini telah dipublikasikan di laman Academy of Science Engineering Medicine.

Studi ini menjawab pertanyaan resmi dari Gedung Putih yang secara tegas menyatakan bahwa COVID-19 bisa menyebar hanya melalui percakapan dan pernapasan.

Setelah konfirmasi dari ilmuwan ini, semua warga Amerika Serikat telah dianjurkan untuk menggunakan masker.

Masker digunakan oleh setiap orang, supaya tidak saling menularkan virus corona.

Orang sakit yang berinteraksi dengan orang sehat dan orang sehat berinteraksi dengan yang lain sangat berpotensi saling menularkan virus.

Sehingga, dengan menggunakan masker akan terbebas dari percikan droplet atau liur.

Hasil penelitian para ahli juga menunjukkan bahwa batuk dan bersin bisa membuat percikan liur terlontar lebih jauh dari pada perkiraan sebelumnya.

Dari pengamatan menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan sensor lainnya, dapat terlihat sebaran droplet di udara dari orang batuk atau bersin.

Jadi tidak hanya sebatas 1 meter hingga akhirnya droplet tersebut jatuh ke permukaan.

Ilmuwan yang memimpin penelitian, Prof Lydia Bourouiba mengaku cemas dengan konsep pengaturan jarak fisik 1 meter yang disarankan WHO saat ini.

Karena, kata Bourouiba, partikel yang diembuskan lewat batuk dan bersin merupakan gas yang memiliki momentum tinggi.

Hal ini bisa terbawa melewati jarak jauh, termasuk di dalam ruangan.

Bourouiba menyebutkan, dalam situasi tertentu terutama di dalam ruangan berventilasi buruk, menggunakan masker tepat.

Karena, kata dia, akan mengurangi risiko tertular penyakit yang menyerang saluran pernapasan. (R015/dekha)

BACA JUGA: Kabar Baik, Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Antivirus Corona

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tips Memilih Gadget Terbaik Sesuai Kebutuhan, Simak!

GADGET, ruber.id - Saat ini perangkat elektronik dan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan begitu banyak gadget keren yang bermunculan...

Pasien Positif Corona di Sumedang Sembuh 2, Nambah 1 dari Cibugel

SUMEDANG, ruber.id - Pasien positif virus corona di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang masih dalam perawatan berkurang 1, Selasa (11/8/2020).

Forum Pemuda Pangandaran Segera Membedah Kebijakan Pembangunan Daerah

PANGANDARAN, ruber.id - Forum Pemuda Pangandaran akan menggelar diskusi mengenai kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Segera Diputuskan, Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Jenjang SD dan SMP

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat belum dapat menentukan waktu dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski demikian, skema belajar siswa...

Hasil Europa League: Man Utd dan Inter Melaju ke Semi Final

SPORT, ruber.id - Manchester United dan Inter Milan melaju ke babak semi final Uefa Europa League (UEL) 2020. Pada...