Alasan Kenapa Kamu Wajib Pakai Masker di Tengah Wabah Corona

  • Bagikan
Wajib Pakai Masker di tengah Wabah Corona

TIPS KESEHATAN, ruber.id – Badan Kesehatan Dunia atau WHO mewajibkan pakai masker di tengah wabah virus corona.

Pemerintah pun telah mewajibkan pakai masker ini, termasuk penggunaan masker kain.

Melansir dari republika, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pemerintah pusat telah mengumumkan pentingnya semua warga memakai masker.

Tujuan dari pemakaian masker ini tak lain untuk mencegah penyebaran dam penularan COVID-19.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyatakan kewajiban untuk mengenakan masker ini sesuai rekomendasi dari WHO.

“Sesuai rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua masyarakat menggunakan masker,” ucapnya.

Masyarakat, kata Yurianto, bisa memakai masker kain sebagai upaya pencegahan.

Untuk masker bedah dan masker jenis N95 sendiri, lanjut Yurianto, hanya untuk petugas medis.

Masih di situs yang sama, saran masker medis diprioritaskan bagi petugas kesehatan.

Baca juga:  Update COVID-19 Garut: Tambahan 3 Positif Corona, 1 PDP Meninggal

WHO juga membuka pintu bagi penggunaan masker buatan sendiri.

Atau penutup mulut lainnya, yang lebih luas sebagai cara untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Seorang pejabat senior WHO menjelaskan, penularan virus corona ini terjadi melalui udara.

Sejauh ini, COVID-19 saat ini telah menginfeksi tidak kurang dari 1 juta orang, dan membunuh 50.000 warga di seluruh dunia, sejak kemunculannya di China, pada Desember, lalu.

Akan tetapi, pejabat WHO ini juga menyakini jika pendorong utama pandemi corona yakni orang sakit yang sakit batuk atau bersin yang kemudian memapar permukaan/orang lain.

Kenapa Wajib Pakai Masker?

Studi terbaru mengarahkan semua orang termasuk warga yang sehat perlu memakai masker untuk mencegah penularan infeksi COVID-19.

Hasil studi terbaru Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat menjelaskan, virus corona dapat menular melalui percakapan atau pernapasan normal.

Baca juga:  Sudah 6.449 Warga Sumedang Dites Swab Covid-19

Kesimpulan dari studi ini telah dipublikasikan di laman Academy of Science Engineering Medicine.

Studi ini menjawab pertanyaan resmi dari Gedung Putih yang secara tegas menyatakan bahwa COVID-19 bisa menyebar hanya melalui percakapan dan pernapasan.

Setelah konfirmasi dari ilmuwan ini, semua warga Amerika Serikat telah dianjurkan untuk menggunakan masker.

Masker digunakan oleh setiap orang, supaya tidak saling menularkan virus corona.

Orang sakit yang berinteraksi dengan orang sehat dan orang sehat berinteraksi dengan yang lain sangat berpotensi saling menularkan virus.

Sehingga, dengan menggunakan masker akan terbebas dari percikan droplet atau liur.

Hasil penelitian para ahli juga menunjukkan bahwa batuk dan bersin bisa membuat percikan liur terlontar lebih jauh dari pada perkiraan sebelumnya.

Baca juga:  Cegah Corona Masuk, Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, ASN Diliburkan

Dari pengamatan menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan sensor lainnya, dapat terlihat sebaran droplet di udara dari orang batuk atau bersin.

Jadi tidak hanya sebatas 1 meter hingga akhirnya droplet tersebut jatuh ke permukaan.

Ilmuwan yang memimpin penelitian, Prof Lydia Bourouiba mengaku cemas dengan konsep pengaturan jarak fisik 1 meter yang disarankan WHO saat ini.

Karena, kata Bourouiba, partikel yang diembuskan lewat batuk dan bersin merupakan gas yang memiliki momentum tinggi.

Hal ini bisa terbawa melewati jarak jauh, termasuk di dalam ruangan.

Bourouiba menyebutkan, dalam situasi tertentu terutama di dalam ruangan berventilasi buruk, menggunakan masker tepat.

Karena, kata dia, akan mengurangi risiko tertular penyakit yang menyerang saluran pernapasan. (R015/republika)

  • Bagikan