PANGANDARAN, ruber — Keluarganesia, karya tulis pelajar SMK Bakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Apresiasi yang diberikan kementerian berupa penerbitan buku Keluarganesia tersebut dari Kementerian Pendidikan Subdit SMK.

loading…


Apresiasi ini juga diberikan atas gerakan literasi sekolah yang diselenggarakan SMK Bakti Karya.

"Apresiasi yang diberikan kementerian berupa penerbitan karya tulis siswa dengan judul 'Keluarganesia'," ujar Kepala SMK Bakti Karya Parigi Irpan Ilmi.

Irpan mengatakan, buku tersebut adalah antologi opini peserta didiknya tentang kelas multikultural. Yakni tentang perdamaian, kelas aktif, eksplorasi budaya, toleransi dan terkoneksi serta alasan penting untuk kembali ke kampung halaman.

"Di dalamnya banyak cerita yang menginspirasi kita semua untuk terus menebar perdamaian dalam hidup ini," tuturnya. 

Selain itu, kata Irpan, konflik antarsuku, ras, agama di tiap daerah Indonesia menjadi kenangan buruk yang susah untuk dilupakan.

"Kami ramu kepahitan hidup itu menjadi obat, semangat untuk terus menebar kebaikan sesuai amanat agama dan UUD 1945. Ya, salah satunya melalui antologi kelas multikultural ini," sebutnya.

Irpan menuturkan, buku antologi kelas multikultural tersebut diberikan oleh Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK Nur Widiani di Kemendikbud, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

"Ibu Nur Widiani mengapresiasi sekolah dengan spirit muda yang menyelenggarakan program multikultural dan ekologi menjadi bukti bahwa SMK memang hebat dan dapat menjadi inspirasi pendidikan masa kini," ucapnya.

Irpan menyebutkan, buku dengan judul 'Keluarganesia' itu akan dibagikan oleh Nur Widiani ke sekolah-sekolah lain di Indonesia sebagai contoh gerakan literasi sekolah dan pendidikan karakter.

"Buku yang ditulis lebih dari 30 penulis ini syarat akan makna," ucapnya.

Misal, lanjut Irpan, dalam tulisan siswi atas nama Sofiani dengan judul 'Kutunggu Perubahan Indonesia Cinta Damai dan Maju', dengan quot-nya: Apa kalian tidak bosan terus berkonflik dalam perbedaan seperti itu?

Lalu, dalam tulisan Rizal Riyantobi yang menyebutkan: Hidup dengan berbagai macam perbedaan di Indonesia memang menyebabkan banyak konflik.

Namun, dengan ditanamkannya toleransi yang tinggi dan saling menghargai serta nilai-nilai perdamaian membuat peluang konflik itu makin mengecil. dede ihsan

loading…