KOORDINATOR Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki. agus purwadi/ruang berita

BANJAR, ruber– Koordinator Forum keluarga Mahasiswa kota Banjar Awwal Muzakki menanggapi tertangkapnya 5 terduga teroris di Malangbong Garut, Selasa (21/5/2019).

Di antara kelima teroris tersebut, terdapat salah seorang warga yang berasal dari Kota Banjar, inisial AH.

Menurut Awwal, tertangkapnya terduga teroris AH dinilai akibat lemahnya pengawasan dan buruknya kinerja pihak Polres dan Forkominda Kota Banjar (Forum komunikasi inteligen daerah), yang terdiri dari BIN, Intel Polres, Intel Kodim.

BACA  JUGA: Mau ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei, 5 Terduga Teroris Dibekuk di Garut

“Saya rasa tertangkapnya inisial AH yang terduga teroris ini menjadi pukulan telak bagi kepolisian dan Forkominda,” sebut Awwal pada ruber, Rabu (22/5/2019).

“Ini mutlak karena lemahnya upaya pencegahan dan pengawasan Polres Banjar dan Forkominda terhadap para kelompok yang diduga memiliki jaringan dengan kelompok teroris,” sambungnya.

Padahal, Lanjut Awwal, Forkominda itu tiap tahunnya mendapatkan suntikan anggaran yang berasal dari APBD melalui Kesbangpol kota Banjar.

Anggaran tersebut seharusnya dapat dioptimalkan dalam upaya memetakan dan memutus jaringan teroris di Kota Banjar, sehingga anggaran tersebut tidak mubah.

“Dalam hal ini, Kesbangpol juga secara moral harus bertanggung jawab. Capaian dari output program pembinaan dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat tidak jelas,” ungkapnya

Kendati demikian, Awwal berharap kejadian tersebut dapat dijadikan pelajaran oleh semua pihak.

Ke depan agar bisa bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, serta partisipasi semua pihak sangat diperlukan guna terciptanya Banjar sebagai Kota Bebas Teroris.

“Bahwa kita semua sepakat kalau terorisme itu adalah common enemy atau musuh bersama yang harus selalu kita lawan bersama. Perlu sinergitas semua pihak guna mewujudkan Banjar Kota Bebas teroris,” tegasnya. Agus Purwadi