KANTOR PDAM Tirta Anom. agus purwadi/ruang berita

BANJAR, ruber –  Arvano Hamsyari P. asal Medan dan E. Fitriah Nurkamilah dari Bandung, berhasil lolos evaluasi administrasi dan wawancara dalam rangkaian seleksi Dirut PDAM Tirta Anom.

Sebelumnya, terdapat lima orang calon Dirut PDAM yang mendaftar, dan hanya dua nama dinyatakan lolos.

Sedangkan tiga calon dinyatakan tidak lolos, yakni Taufiqurahman, H. Suryana, dan Edi Muradi.

Tiga nama calon yang merupakan warga asli kota Banjar itu dinyatakan tidak lolos dalam evaluasi administrasi.

“Dari lima calon, dua orang lolos seleksi dan tiga calon lainnya gugur di evaluasi administrasi,” kata Ketua Panitia Seleksi Dirut PDAM Tirta Anom Indah Silviana pada ruber, Kamis (16/5/2019).

Kata Indah, tiga calon yang tidak lolos itu karena tidak memiliki sertifikasi pelatihan manajemen air minum.

Selain itu, Edi Muradi dinyatakan tidak lolos evaluasi administrasi karena usia lebih dari batas usia yang ditentukan.

“Tiga calon yang tidak lolos semuanya warga Banjar,” ujarnya.

Proses seleksi, lanjut Indah, baik pada tahap evaluasi adiministrasi maupun wawancara, dilakukan oleh tiga orang.

Ketiganya berasal dari unsur akademisi, DPP Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), dan Sekda sebagai perwakilan Pemkot Banjar.

Hasilnya, kata dia, langsung disampaikan pada  tim. Kemudian tim menyampaikan pada Dewan Pengawas untuk disampaikan kembali pada wali kota.

“Pelaksana seleksi ada tiga orang, dari unsur pemerintah oleh sekda,” ungkapnya.

Indah mengatakan, semua prosedur penerimaan calon Dirut PDAM sudah sesuai. Pengumuman pendaftaran dibuka pada tanggal (3/5/2019) sampai (8/5/2019).

Sedangkan pengumuman pendaftaran dimuat di media masa, situs Pemkot Banjar, dan juga situs Perpamsi.

Evaluasi administrasi dilakukan pada tanggal (9/5/2019) dan (10/5/2019). Sedangkan untuk wawancara tanggal (15/5/2019) kemarin.

“Saya kira, harus secepatnya ada Dirut PDAM definitif,” harapnya.

Saat ditanya soal masa jabatan Pjs Dirut PDAM, menurut Indah, sudah habis pada tanggal (29/4/2019).

“Untuk Pjs sudah habis, tetapi diperpanjang sampai ada yang definitif,” tegasnya. agus purwadi