KONDISI Jembatan Cigorowek sebelum menggunakan batang pohon kelapa dan rautan bambu. ist/ruang berita

 

PANGANDARAN, ruber — Roda perekonomian warga Desa Pangkalan terganggu sejak beberapa waktu lalu.

Penyebabnya, akses jalan yakni jembatan yang biasa dilalui warga setempat dan desa tetangga ambruk total.

Kepala Desa Pangkalan Ukar Heryadi mengatakan, jembatan yang ambruk merupakan penghubung antardusun Cigangsa dan Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Selain roda perekonomian warga terhambat, kata Ukar, tidak adanya jembatan tersebut juga menghambat pada proses pembangunan di desa.

“Saat berlangsungnya pemilu kemarin pun, pengiriman logistik ke desa tetangga terhambat,” katanya kepada ruber, Ahad (12/5/2019).

Ukar menuturkan, saat ini jembatan tersebut tidak bisa dilewati mobil atau motor, hanya bisa dilalui pejalan kaki.

“Kami bersama warga berinisiatif membangun jembatan sementara, namun kemarin sempat ambruk lagi karena tidak bisa menahan derasnya air sungai.”

“Terpaksa kami membangun kembali jembatan alternatif sederhana yang terbuat dari pohon kelapa dan rautan bambu,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran untuk segera memperbaiki jembatan yang ada di Dusun Cigorowek itu.

Ukar menambahkan, sebelum Pemilu 2019 berlangsung, Pemkab melalui dinas terkait (Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pangandaran) sempat meninjau langsung ke lapangan (jembatan) dan melakukan pemotretan.

“Sudah disurvei dan digambar, bahkan pihak dinas juga memberitahu besar anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan,” tambahnya.

“Katanya, anggarannya itu mencapai Rp200 juta, tapi pelaksanaan pembangunan tidak tahu kapan, apakah di anggaran murni ataukah pada perubahan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, dinas bersangkutan belum memberikan jawaban. dede ihsan