SUMEDANG, ruber — DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang soroti kemampuan dan kualitas para pemenang Pileg 2019 sebagai anggota legislatif yang akan datang.

BACA JUGA: 4 Parpol Penguasa Parlemen Sumedang Dipastikan Berebut AKD, Fraksi PAN Dimungkinkan Gabung Oposisi

“Semua seolah lupa, seakan jabatan AKD adalah segalanya. kapabelitas mereka sebagai seorang legislator sendiri apa sudah diperhatikan,” ujar Ketua DPD PAN Sumedang Ajat Sudrajat kepada ruber, Rabu (8/5/2019).

Jangan sampai, kata Ajat, hanya sekadar mengisi atau memegang jabatan, tapi tidak mampu atau tidak bisa bekerja. Sehingga akhirnya rakyat yang akan menjadi korban.

“Ingat, lebih dari separuh anggota DPRD hasil Pileg 2019 adalah wajah baru. Orang-orang yang belum punya pengalaman dan belum teruji jadi seorang legislator,” katanya.

Selain itu, lanjut Ajat, sistem bernegara Indonesia tidak mengenal oposisi ataupun penguasa/pemerintah.

Sebab, kata dia, tugas legislatif dan eksekutif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia sudah jelas.

“Prinsipnya sederhana, program pemerintah daerah jikalau itu baik, bagus untuk kemajuan Sumedang, bermanfaat buat masyarakat Sumedang, masa mau dihambat dan dipersulit,” terangnya.

Adapun, sejumlah ego politik yang akan terjadi kelak, Ajat menilai itu bukan masalah selama tidak mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Sudut pandang kami jelas kepentingan masyarakat Sumedang, kemajuan Sumedang, bukan kompromi untuk berbagi.”

“Bukan juga deal untuk kepentingan kelompok atau individu. Ingat, mereka dipilih rakyat, artinya kepentingan masyarakat harus di depan, bukan kepentingan kelompok atau individu,” jelasnya.

Ajat mencontohkan, periode sebelumnya, anggota DPRD dari DPD PAN menjadi Ketua Komisi A. Sedangkan di tengah jalan karena kepentingan tertuntu, jabatan tersebut terpaksa lepas.

“Tapi buat kami itu bukan segalanya, anggota kami juga tetap berbuat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Sumedang, tidak terhalang oleh jabatan yang hilang,” ucapnya.

Pandangan lain datang dari kader DPD PAN Sumedang yang lolos pada Pileg 2019, asal dapil 5 H Dudi Supardi.

Menurutnya, PAN memang turut mendukung bupati/wabup Sumedang periode 2018-2023, dan menerjemahkan program Simpati ke dalam bahasa implementasi.

“Kini kami mitra saudara Bupati, dalam penyelengaraan pemerintahan daerah. Bupati percaya diri, tak ada komunikasi strategis dengan kami (PAN). Bisa dilihat saja dalam satu tahun ini,” ucapnya.

Kader lainnya yang juga lolos di Dapil 3, Asep Sumaryana menambahakan, pekerjaan krusialnya adalah meningkatkan daya beli/pendapatan serta menekan angka kemiskinan.

Asep menjabarkan, lemah daya beli dan miskin tersebut akibat dari kekeliruan pola pikir (Renstra) pada pola belanja (RKPD).

“Nanti kami lihat sudut khusus, kinerja mesin birokrasi hasil tune up saudara bupati. Semoga saja makin berpolo dan berpola, sehingga Sumedang juga bisa tancap gas,” tuturnya. bay

loading…