WALIKOTA Tasikmalaya Budi Budiman dibopong Satpol PP saat menuju mobil dinasnya di Bale Kota Tasikmalaya. foto: Tribunnews.com

TASIK KOTA, ruber — Terkait kasus suap yang dilakukan oleh tersangka Walikota Tasikmalaya, KPK periksa seorang saksi.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Walikota Tasikmalaya Laporkan Harta Kekayaan Terakhir Tahun 2016, Ini Rinciannya

Dilansir dari laman Tribunnews.com, saksi yang diperiksa KPK itu yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Tasikmalaya tahun 2017 Tarlan.

Tarlan akan diperiksa kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BBD (Budi Budiman),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di laman Tribunnews.com, Senin (6/5/2019).

Diketahui, Budi terbukti menyuap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo sebesar Rp400 juta.

“Tersangka diduga memberi uang total sebesar Rp400 juta terkait dengan pengurusan DAK untuk Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018 kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan,” kata Febri.

Untuk konstruksi perkaranya, Febri menjelaskan, Budi bertemu dengan Yaya medio 2017. Dalam pertemuan itu, Yaya menawarkan bantuan pengurusan DAK.

“BBD (Budi Budiman) bersedia memberikan fee jika Yaya membantunya mendapatkan alokasi DAK,” jelasnya.

Tepatnya Mei 2017, Budi mengajukan usulan DAK Tasikmalaya tahun 2018 di sejumlah bidang mulai dari jalan, irigasi dan rumah sakit. Lalu, pada 21 Juli 2017, Budi kembali bertemu dengan Yaya di Kemenkeu.

“Dalam pertemuan tersebut, BBD diduga memberi Rp200 juta kepada Yaya,” ujar Febri. red

SUMBER: Tribunnews.com

loading…