SUPRIADI menggendong anaknya yang trauma akibat rumah sang kakek tertimpa pohon pinus sepanjang 30 meter, Senin (8/4/2019) siang. bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Diduga salah perhitungan saat menebang, sebuah pohon pinus sepanjang 30 meter yang ada di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci, Sumedang roboh menimpa salah satu rumah warga yang berada tepat di bawahnya.

Pemilik rumah Enang, 70, yang merupakan warga lingkungan Citamiang, Rt 02/02, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan harus pasrah melihat rumahnya hancur akibat tertimpa pohon pinus yang diketahui sudah berumur tua tersebut.

Salah seorang anak korban, Supriyadi, 45, menuturkan, dirinya mendapat kabar bahwa rumah sang ayah tertimpa pohon besar sekitar jam 14.15 WIB.

Sampai di rumah, dirinya kaget melihat rumah yang sudah hancur di bagian atapnya.

Selain itu, pohon tersebut juga menghancurkan sejumlah perabotan rumah tangga yang ada di dalam rumah.

“Tadi itu anak sama istri saya semua lagi pada ngumpul di sini, termasuk Ibu juga ada di sini. Di Gunung Kunci katanya lagi ada penebangan, tapi sayangnya enggak ada pemberitahuan,” ujarnya kepada ruber, Senin (8/4/2019).

Supriadi juga menyebutkan, akibat kejadian tersebut, anaknya Ikhsan, 8, mengalami syok.

Serta beberapa anggota keluarganya juga mengalami luka ringan di bagian kepala.

“Satu tadi sudah dilarikan ke IGD, kalau anak saya ini hanya trauma aja, masih takut,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Supriadi menyebutkan jika ini bukanlah musibah.

Melainkan adanya kelalaian pemerintah soal perhitungan keselamatan dalam menebang pohon.

“Kalau kejadiannya sudah seperti ini, saya pikir ini kelalaian. Saya akan tuntut atas kerugian ini, karena selain merusak rumah tinggal kami, ini juga menyangkut nyawa seseorang,” sebut Supriadi.

Sementara itu, Lurah Kota Kulon Deni Nurdani membenarkan adanya kegiatan penebangan di Gunung Kunci.

Namun dirinya tidak tahu pasti bagaimana batang pohon pinus itu bisa menimpa satu unit rumah.

“Memang lagi ada kegiatan penebangan, mungkin dari UPT dinas kehutanan, ini masih kurang jelas keterangannya, karena posisinya sampai tertimpa seperti ini,” katanya.

Atas kejadian ini, Deni pun menyarankan seluruhnya kepada pihak kepolisian yang sudah berada di TKP. Terlebih kata Deni, rumah itu merupakan rumah keluarga Kepolisian.

“Nanti polisi yang akan menyelidiki, karena mungkin ini kelalaian dari penebang,” tuturnya. bay

loading…