PENGURUS DPP Golkar Itje Siti Dewi Kuraesin. ist/ruang berita

OLEH: Itje Siti Dewi Kuraesin

BERDASARKAN data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah perempuan pengusaha di Indonesia mencapai 14.3 juta orang.

Jumlah ini bertambah 1.63 juta orang dibanding tahun 2015, yakni hanya 12.7 juta orang.

BACA JUGA: Kopi Sumedang Masih Potensial, Itje Sarankan Buka Jalur Kerjasama

Global Entrepreneurship Monitor (GEM), badan riset tentang kewirausahaan negara-negara di dunia, menyajikan data bahwa tahun 2016, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia dengan tingkat kesenjangan yang rendah antara perempuan dan laki-laki dalam wirausaha.

Meski sebagian besar perempuan yang berbisnis masih di tataran UMKM, namun fakta ini mengindikasikan bahwa progres perempuan di dunia usaha cukup menggembirakan.

Namun, perempuan pengusaha di Indonesia saat ini lebih banyak berkiprah pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan masih termasuk kategori informal.

Sementara itu, di tengah kompetisi usaha dan pasar yang kian terintegrasi, sektor informal sulit berkembang.

Walaupun saat ini kita telah memasuki era digital economic, secara faktual belum semua pelaku UMKM memaksimalkan usaha mereka melalui teknologi digital atau bisnis e-commerce.

Karenanya, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program menuju ekonomi digital perlu terus didorong, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Bagi perempuan pengusaha, aspek finansial juga kerap menjadi kendala dalam upaya pengembangan bisnis.

Akibat kesulitan akses dalam sumber keuangan, tak sedikit kaum perempuan gagal dalam berbisnis, bahkan menyerah di tahap-tahap awal.

Bank lebih suka mendanai usaha yang telah berumur 2-3 tahun. Fakta lainnya, beberapa bank lebih memilih mendanai usaha milik laki-laki ketimbang perempuan. Hal ini berkenaan dengan jaminan kredit.

Agar bisa terus mengembangkan diri, perempuan yang baru membangun bisnis perlu memiliki persepsi positif terhadap kemampuannya sendiri.

Keinginan untuk aktualisasi diri dan ambil peran dalam masyarakat seyogianya dijadikan menjadi motivasi besar bagi perempuan yang hendak berkativitas di dunia wirausaha.

Pemerintah pusat dan daerah pun perlu terus bersinergi mendorong penciptaan dan pengembangan inovasi untuk industri Tanah Air.

Bagaimanapun, UMKM yang kini banyak dikekola perempuan sangat potensial dan masih bisa bertransformasi menjadi sektor usaha formal di masa depan. (*)

*) Penulis adalah Pengurus DPP Golkar