POLRES Tasikmalaya memastikan postingan Facebook melalui akun Bagus Kuncoro adalah hoaks, Senin. screenshoot Facebook

TASIKMALAYA, ruber — Postingan terkait insiden pesawat jatuh di Tasikmalaya dan dikaitkan dengan Jokowi, dan uang pecahan Rp100.000 dalam kardus dipastikan hoaks.

Jajaran Polres Tasikmalaya yang langsung melakukan penyelidikan pascaberedarnya postingan yang diunggah oleh akun Facebook bernama Bagus Kuncoro tersebut memastikan bahwa hal itu hoaks.

BACA JUGA: Penyebab Helikopter Jatuh di Tasikmalaya Masih Diselidiki

“Berdasarkan penyelidikan oleh Unit III Satreskrim Polres Tasikmalaya terkait dengan adanya tulisan dan foto yang diposting oleh akun Facebook yang bernama Bagus Kuncoro itu dipastikan hoaks,” ungkap Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP H Pribadi seperti tertulis dalam rilis yang diterima ruber, Senin (18/3/2019) sore.

Bahwa benar, kata dia, insiden pesawat helikopter yang ditumpangi pilot, co pilot dan dua orang penumpang tersebut memang terjatuh di Kampung Situhiang Desa Sirnaputra Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya.

“Namun adanya uang pecahan Rp100.000 dalam kardus di sekitar lokasi pesawat jatuh itu adalah hoaks. Selain itu tidak ada pula penumpang saat kejadian yang mengenakan kaos salah satu capres,” terangnya.

Hal ini, kata dia, telah terkonfirmasi dari pilot helikopter Fuad Humran.

“Ketika ditunjukan foto postingan yang diunggah oleh akun Facebook Bagus Kuncoro bahwa tidak ada uang dengan pecahan Rp100.000 di dalam kardus ataupun yang behamburan pada saat jatuhnya helikopter di Kecamatan Cigalontang,” ucapnya.

Pilot juga memastikan bahwa tidak ada orang yang memakai kaos yang bertuliskan capres nomor 01, seperti yang terdapat dalam foto postingan Bagus Kuncoro.

“Orang tersebut tidak ada di lokasi pada saat itu, pilot helikopter Fuad Humran pada saat setelah jatuhnya helikopter dirinya dalam keadaan sadar, keluar dari dalam helikopter dengan dibantu oleh warga.”

“Bahkan dirinya pada saat setelah keluar dari helikopter tersebut sempat merekam keadaan helikopter dan keadaan sekitar untuk melaporkan kepada perusahaanya dengan menggunakan handphone miliknya,” ujarnya.

Kasatreskrim mengimbau warga lebih bijak bermedia sosial. Tidak sembarang memosting dan menyebarluaskan postingan yang bersifat bohong dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. luvi

loading…