JUBIR Tim Kampanye Daerah Jokowi-Amin. sobar/ruang berita

JUBIR Tim Kampanye Daerah Jokowi-Amin. sobar/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sujatmiko menyebutkan beberapa cara untuk menangkal hoaks jelang Pilpres 2019 mendatang.

BACA JUGA: Nelayan Kompak Dukung Jokowi, Pangandaran Targetkan Lumbung Suara di Jabar

Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat konsolidasi Tim Kampanye Daerah Kabupaten Sumedang yang dihadiri oleh 10 partai pendukung di Gedung Aula Asia Plaza Sumedang.

Budi menjelaskan, ada tiga cara untuk menangkal hoaks yang menjamur dalam perhelatan Pemilu 2019.

“Pertama harus pelajari dahulu teknik mereka dalam menyebarkan hoaks,” ujarnya kepada sejumlah media, Minggu (10/2/2019).

Selanjutnya, kata Budi, menurunkan tensi politik dengan cara humor juga merupakan salah satu upaya untuk menangkal hoaks.

“Jadi menurut saya, sangat perlu tim Jokowi ini dilatih bagaimana untuk mencairkan suasana yang diciptakan oleh hoaks. Karena dilawan dengan fakta dan logika tidak bisa,” tuturnya.

Tak hanya itu, Budi juga menyebutkan agar pihak kepolisian turut andil dalam meredam hoaks agar tidak terus berkembang di masyarakat.

“Ketiganya ya itu, polisi harus tegas kepada para penyebar hoaks ini,” sebutnya.

Sementara itu, Budiman yang didampingi oleh Dewan Pengarah TKD Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Sekretaris TKD Jawa Barat Abdy Yuhana, menerangkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf saat ini stabil di angka 54-55%. 

“Itu menurut berbagai macam lembaga survei. Untuk elektabilitas jarak Jokowi dan Prabowo terpaut sekitar 23%. Saya berharap sebelum pemilu, survei terakhir bisa mencapai 60%,” ucapnya. bay

loading…